Pemdes Purworejo Gelar Bimtek Dorong Percepatan Penurunan Stunting dan Integrasi Layanan Primer

CB Blitar – Saat ini pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024. Upaya ini tentu bukan hal yang dapat dicapai dengan bekerja sendiri, namun membutuhkan kerja sama, komitmen dan kolaborasi dari seluruh lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait mulai dari tingkat Pusat sampai Daerah.

Maka dengan pernyataan diatas, Pemerintah Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ikut mendorong pencapaian penurunan angka stunting dengan menggelar  Bimbingan Teknis & Penyuluhan Bagi Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga di Balai Desa setempat, Selasa, (7(7/11/2023)

Hadir dalam kegiatan Bimtek, Kades Purworejo, Sekdes beserta perangkat Kepala UPT Puskesmas, Kader Posyandu, Kader Balita, Kader ibu hamil resiko tinggi yang berjumlah 70 orang.

Dalam sambutan pidatonya, Kepala Desa (Kades) Purworejo, Kalinggo Purnomo menyampaikan bahwa materi ini sangat crusial, ini merupakan program prioritas nasional yang harus ditindak lanjuti sampai tingkatan desa.

“Sebenarnya tidak hanya stunting saja, namun kesehatan diseluruh masyarakat merupakan program prioritas nasional. Kesehatan ini merupakan urusan wajib yang harus diperhatikan oleh  pemerintah pusat hingga pemerintah desa,” ucapnya.

“Oleh karena itu, kami dari pemerintah desa tidak bisa dan juga tidak berani untuk mengabaikan masalah kesehatan pada masyarakat karena merupakan program nasional dan menjadi urusan wajib bagi pemerintah untuk memperhatikan kesehatan bagi warganya,” lanjut Kalinggo.

Kades Purworejo ini juga menyampaikan bahwa untuk semua yang berkecimpung sebagai kader kesehatan, dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat sungguh sangat luar biasa, dengan dinamika masyarakat Purworejo yang beraneka ragam.

“Maka dari itu tanpa ada bantuan dari njenengan semua, dari ibu – ibu kader kesehatan yang ada di desa Purworejo ini niscaya apa yang akan kita harapkan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan secara maksimal sudah terlaksana,” tuturnya.

“Untuk itu kami berharap ibu – ibu tetap semangat, walaupun disisi material ini mungkin belum seberapa dengan apa yang njenengan terima, tapi insa Alloh bisa menjadikan manfaat fidini wadunya wal akhirot. Semoga dengan adanya bimtek ini, mendapatkan ilmu yang lebih bermanfaat lagi untuk diterapkan di masyarakat,” pungkas Kades Kalinggo.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Sanankulon,  Endang menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis & Penyuluhan Bagi Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga Dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan  Stunting.

“Kalau kita menyampaikan kader Posyandu artinya disitu juga ada kader posyandu balita, kader lansia, kader jiwa. Untuk kedepannya nanti tidak ada kader posyandu, kader lansia dan sebagainya, yang ada hanya kader kesehatan atau kader posyandu saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menggaris bawahi apa yang telah disampaikan oleh Kepala Desa, bahwa disini untuk pembiayaan dana dari desa yang dialokasikan untuk kesehatan untuk masyarakat sangat luar biasa.

“Nanti bisa membawa kearah kemandirian kesehatan masyarakat disekitar. Dengan jumlah penduduk yang besar namun dengan angka stunting rendah, ini merupakan keberhasilan kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, saya tidak membahas stunting secara khusus tetapi saya juga akan menyampaikan tentang ILP atau Integrasi Layanan Primer. Lantas apa itu ILP dan apakah kader dibubarkan?

“Jadi kifa tidak perlu risau karena kader itu memang tetep panjenengan. Kader itu tetap ada. Mau itu bentuknya kader lansia, kader balita nanti kita integrasi. Semua nanti kita melayani dalam satu tempat. Makanya njenengan juga harus berkontribusi,” urainya.

“Untuk tahun depan kami menganggarkan untuk percontohan ada di Desa Purworejo. Jadi nanti kita akan membina mengenai Pustunya, Pustu prima, Posyandunya Posyandu prima ada di Desa Purworejo. Kemudian untuk pendanaan dari Propinsi dan semuanya nanti ada SK nya serta terstruktur,” imbuhnya.

Ditempat yang sama dari Kader ibu hamil resiko tinggi, Siti Masruroh kepada awak media menjelaskan, terkait penyuluhan stunting. Jadi ini untuk menekan angka stunting di Desa Purworejo dan pembinaan administrasi untuk posyandu balita dan lansia oleh Pokja 4 PKK Desa Purworejo.

“Itu bertujuan untuk penertiban administrasi. Jadi setiap kegiatan posyandu balita maupun lansia itu tercatat dan juga mencatat jumlah balita yang hadir di Posyandu ataupun ibu hamil juga jumlah pasangan usia subur. Tujuan utama yaitu penurunan stunting. Jumlah Stunting disini ada 5,” terangnya. (Pram).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *