CB, TULUNGAGUNG-Kendati Pilkada di Tulungagung digelar pada 27 November 2024, namun para kandidat bakal calon bupati terus bermunculan. Dan, kandidat calon bupati maupun wakil bupati yang bermunculan ini didominasi para kepala desa.
Tak pelak, dengan munculnya para kepala desa maupun dari birokrasi yang bakal maju Pilbup Tulungagung ini menjadikan asumsi beraneka ragam dan tanda tanya besar dari berbagai kalangan. Ada apakah dibalik semua ini?
Apalagi, setelah munculnya Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, kini Kades Pucung Lor (Imam Sopingi, red) pun bakal ikut maju di arena Pilbup Tulungagung. Bahkan, selain dua kades ini, diprediksi masih ada kades lain yang bakal ikut maju ke arena Pilbup di Kota Marmer Ini.
Namun, dalam pencalonannya itu, Imam Sopingi yang juga Kades Pucung Lor Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung ini bukan semata keinginannya, akan tetapi semua ini berkat dorongan teman-teman seprofesi, tokoh masyarakat dan agama serta masyarakat.
Pria yang juga sebagai kader partai yang dinakhodai Megawati Soekarnoputri inipun menjelaskan, bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih sesuai ketentuan peraturan konstitusi. Sehingga, dalam menghadapi Pilbup Tulungagung 27 November 2024, dirinya pun siap mengikuti proses mekanisme partai yang bakal menjadi gerbongnya nanti.
“Sebagai kader partai, tentu saya akan taat dan patuh dengan proses mekanisme. Jadi, kalau rekomendasi dari partai ke orang lain, saya pun harus tetap tegak lurus dengan keputusan itu,” kata Imam Sopingi saat berbincang-bincang dengan beberapa wartawan, Rabu (13/,03) malam.
Sebagai kader partai dalam konstelasi Pilkada Tulungagung, lanjutnya, ia bakal memegang teguh keputusan tersebut. Karena, menurutnya, didalam internal partai masih banyak tokoh-tokoh yang senior dan layak menjadi pemimpin, seperti mantan Bupati Maryoto Birowo, mantan Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo, Ketua DPC PDIP tokoh lainnya yang mumpuni.
Namun, tak bisa dipungkiri, kegigihan dan ketulusan para kades, tokoh masyarakat serta masyarakat, membuat dirinya pun semakin optimis bisa tampil dalam konstelasi.
“Jujur, sebagai kader partai, saya selalu diajarkan unggah-ungguh dan tata krama. Sebenarnya saya sendiri menyadari kalau saya ini bukan siapa-siapa dan masih banyak yang lebih senior,” jelas pria murah senyum ini seraya mengatakan kalau dirinya maju di Pilbup Tulungagung itu berkat dukungan dari mayoritas kades.
Dalam Pilbup Tulungagung 2024, imbuhnya, tagline dirinya itu adalah Dari Desa Untuk Mewujudkan Tulungagung Sejahtera. Dan, menurutnya, hadirnya kades dalam konstelasi Pilkada sebenarnya mengharapkan Pemkab lebih peka, bahwa sejahtera desa juga sejahtera kota.
“Jadi, sebenarnya antara desa dan kota itu tercipta sebuah simbiosis mutualisme,” kata pria yang melekat dengan panggilan Mbah Pucung ini dengan mimik serius.
Dalam konstelasi Pilkada, jelasnya, kalau dirinya itu selalu menjunjung tinggi etika berpolitik. Sehingga, dengan munculnya kandidat dari kades ini tentu pula memiliki komitmen yang sama, yakni bertujuan membangun dan memajukan Kabupaten Tulungagung kedepannya semakin lebih baik dan lebih maju lagi.
“Intinya, rekan-rekan (para kades, red) saat ini juga masih berjuang mendapatkan rekomendasi dari partai sebagai kendaraan politik di Pilkada 27 November 2024 nanti. Dan siapa pun nanti yang mendapatkan rekomendasi, kami pastikan tetap solid,” jelasnya.
Imam Sopingi juga membeberkan, hingga saat ini dirinya juga tak pernah ngoyo dan semua itu tak lepas keinginan dan dorongan dari berbagai elemen. Namun demikian, iapun tak tahu menahu apa sebenarnya yang diinginkan mereka dengan mendorong dirinya untuk maju ke Pilbup Tulungagung 2024.
“Saya hanya kader partai. Bismillah, bila Tuhan meridhoi dan partai merestui, apapun yang dimandatkan partai untuk saya nanti, tentu saya akan patuh dan menerima dengan lapang dada,” ungkapnya.
Masih kata Imam Sopingi, terkait pemasangan beberapa banner dan baliho itu, iapun tak tahu menahu dan semua itu ternyata dilakukan para pendukungnya tanpa sepengetahuan dirinya.
“Jadi, sepeserpun saya tidak mengeluarkan uang untuk pembelian baliho dan banner yang sudah terpasang itu. Setelah saya tahu kekompakan dan keikhlasan mereka, saya pun merasa trenyuh dan sampai mengeluarkan air mata,” jelas Imam Sopingi dengan nada kalem.(Hsu)
