CB, TULUNGAGUNG -Upaya mencegah balita stunting, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan). Dan, acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna Kendil Sakti Desa Bendiljati Kecamatan Sumbergempol, Kamis (08/08)
Dalam kegiatan sosialisasi ini, Dinas Perikanan Tulungagung juga menyerahkan bantuan berupa paket produk olahan hasil perikanan tahun 2024.
Sedangkan acara tersebut dihadiri Plt Camat Sumbergempol Endang Saifudin Ashari, S.STP, M M, Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Lugu Tri Handoko SE, MM, Ketua TP PKK Kecamatan Sumbergempol, Kepala Desa Bendiljati Kulon Drs Muhamad Tohir serta 114 orang tua dari penerima paket olahan Gemarikan untuk balita stunting.
Endang Saifudin Ashari mengatakan, dalam kegiatan sosialisasi Gemarikan alias gerakan masyarakat makan ikan ini.
Dan, menurutnya, mmasyarkat Sumbergempol sudah terbiasa, karena wilayah Kecamatan Sumbergempol adalah kecamatan sentral pembudidaya ikan, khususnya ikan kosumsi dan ikan hias..
Namun demikian, dalam rangka mendukung program Pemerintah terkait dengan percepatan penurunan stunting, gemar makan ikan ini memang cukup positif dalam memberikan gizi ataupun makanan tambahan, khususnya anak balita.
Plt Camat Sumbergempol sampaikan rasa terimakasih pad Kadin Dinas Perikanan Tulungagung atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
Iapun menyampaikan bahwa Dinas Perikanan Tulungagung telah memberikan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Sumbergempol. Sehingga, kedepan, dengan adanya pemberian makanan ini, kebutuhan gizi adik – adik balita kita akan tercukupi dan mudah – mudahan kegiatan ini berlanjut setiap tahun, sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat.
“Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkait dengan percepatan penurunan stunting, Gemarikan ini memang cukup positif dalam memberikan gizi ataupun makanan tambahan kepada adik – adik khususnya anak balita, untuk itu kami dari Kecamatan Sumbergempol sangat berterimakasih kepada Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga kegiatan ini berlajut setiap tahun, sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat,” kata Endang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tulungagung menyampaikan, dalam sosialisasi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Tulungagung tak dihadiri, karena ada acara luar kota
“Dalam acara sosialisasi hari ini, Ibu ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung tidak bisa hadir karena ada acara luar kota yang tidak bisa diwakilkan. Jadi saya disini nanti akan menyampaikan atau membacakan sambutan ibu ketua tim penggerak PKK Kabupaten,” jelas Lugu.
Menurut lugu, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, nuum juga berpontensi mempengaruhi perkembangan pada anak. Dan, berdasarkan pada bulan timbang pada akhir tahun 2023, angka revalensi stanting Kabupaten Tulungagung sebesar 3,96 persen dan angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2022 sebesar 4,25 persen.
“Stunting merupakan sesuatu masalah kesehatan yang menjadi tantangan besar bagi kita semua, juga tidak hanya berdampak pertumbuhan fisik anak tapi juga mempengaruhi perkembangan pada anak. Tahun 2023, angka revalansi stunting di Tulungagung sebesar 3,96 persen. Jadi angka tersebut menurun dibandingkan 2022,” ungkapnya.
Lugu menambahkan, penurunan ini dapat terwujud karena meningkatnya kesadaran bapak ibu sekalian terhadap pemenuhan gizi, sanitasi dan pola asuh dari seribu hari pertama kehidupan. Tentu pula tak lepas batuan dan dorongan serta upaya dari segenap unsur pemerintah dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Tulungagung.
“Penurunan ini dapat terwujud karena meningkatnya kesadaran bapak ibu sekalian terhadap pemenuhan gizi, sanitasi dan pola asuh seribu hari pertama kehidupan dan tentunya dibantu dengan dorongan dari segenap unsur pemerintah,” ucapnya.
Dalam rangka intervensi angka stanting, imbuhnya , pemenuhan nutrisi yang baik memegang peran penting dalam pencegahan dan penanganan kasus kesehatan banyak makanan tersedia disekitar kita, namun belum tentu makan tersebut memiliki nutrisi yang baik dan sesuai kebutuhan ibu dan anak.
Oleh karna itu, sangat penting memahami dan memilih bahan makanan yang tepat demi memastikan asupan gizi yang oftimal, yang mana salah satunya adalah produk olahan ikan hasil perikan, karena kandungan protein yang tinggi bagus untuk pemenuhan nutrisi pada anak, asam lemak esensial pada ikan bagus untuk pengelihatan, serta ikan bahan yang kaya akan omega tiga yang dibutuhkan untuk otak dan sitem saraf maka dari itu dengan membiasakan makan ikan, akan membawa manfaat yang besar, yakni untuk tumbuh kembangnya anak.
Seperti di Kabupaten Tulungagung merupakan daerah produsen perikanan yang melimpah. Iapun sangat yakin untuk mendapatkan ikan bukanlah hal yang sulit dan iapun menghibau bapak ibu untuk memasukan menu ikan dalam menu utama keluarga, karena ini juga mendorong peningkatan kosumsi ikan di Tulungagung.
“Asam lemak ensensial pada Ikan bagus untuk pengelihatan, serta ikan bahan yang kaya omega tiga yang dibutuhkan untuk otak dan sistem saraf, maka dari itu dengan membisaakan makan ikan, akan membawa manfaat yang besar,” imbuhnya.
Di akhir acara sosialisasi Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung memberikan bantuan berupa olahan ikan lele bumbu, sumpia ikan, abon ikan, krispi kulit ikan patin, ikan kaleng, kerupuk ikan mentah, onde – onde abon ikan yang dikemas dalam tas gemarikan. Cahayabaru.id (rul)
