CB, Pasuruan – Sejak tiga hari yang lalu sejumlah warga di desa Baujeng kecamatan Beji melakukan demo atas pencemaran limbah ke sungai yang dapat menimbulkan bau yang tak sedap . dari akibat hal tersebut warga melakukan demo dengan membakar ban-ban di area jalan raya Pandaan – Bangil. Akibat dari hal tersebut dapat menggugah pada hati Pj. Bupati untuk segera di selesaikan secara tuntas. Kemarin 10 Agustus 2024 Pj Bupati Pasuruan Andriyanto mendatangi Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan , untuk menyelesaikan persoalan protes warga ke 16 Perusahaan yang diduga membuang limbah di Sungai Wangi di Kecamatan Beji ,
Dalam kesempatan itu, perwakilan 16 perusahaan , tiga desa, warga, sejumlah perwakilan kelompok masyarakat dan juga Forkopimcam Kecamatan Beji juga hadir. Pj bupati memimpin langsung pertemuan ini. Setelah diskusi, Pj bupati dan semua yang hadir langsung melihat lokasi Sungai Wangi. Disana, Andriyanto turun ke sungai untuk mengecek kondisi air yang diduga tercemar akibat pembuangan limbah perusahaan .“Tujuan kami datang ke sini itu karena ada beberapa kesepakatan yang sudah dibuat, tapi diduga belum menyelesaikan persoalan selama ini. Makanya, kami klirkan hari ini,” katanya. Dia menyampaikan, penyelesaian persoalan pencemaran Sungai Wangi ini memang tidak bisa instan. Tapi, poin pentingnya adalah ada kesungguhan dari Pemkab Pasuruan, bersama perusahan, dan warga mencari solusi. Solusinya, kata dia, sama-sama menyelesaikan masalah yang membuat warga protes seperti ini. “Tadi juga ada perwakilan dari BBWS Brantas yang juga menyampaikan akan melakukan upaya normalisasi, tapi tidak sekarang, menunggu anggaran tahun depan. Ya, tidak apa-apa itu jangka panjangnya,” terangnya. Untuk jangka pendeknya, kata dia, Pemkab sudah mulai bersih-bersih sungai hari ini. Para petugas sudah diterjunkan ke sungai untuk membersihkan sampah di Sungai dan menggelontor sungai dengan air bersih. “Kami minta masyarakat untuk lebih bersabar, semua pihak sudah berkomitmen untuk sama-sama menjaga sungai bersih dan tidak tercemar limbah seperti ini,” tegas Andriyanto.
Disampaikan dia, di hulu, kualitas air memang bersih. Tapi setelah 1 – 2 kilometer, sudah mulai berubah kualitas airnya. Nah, inilah yang masih dicari tahu Dinas oleh Lingkungan Hidup (DLH) jawabannya. “Kami masih uji lab dan hasilnya keluar dua mingguan lagi. Nanti akan ketahuan, kualitas airnya bagaimana, dan jenis Sungai apa yang diduga mencemari sungai karena melebih ambang batas,” paparnya. Ke depan, Andriyanto mengaku akan mengevaluasi perusahaan jika memang terbukti membuang limbah yang melebih ambang baku mutu. Tapi, sementara, semua pihak mau menjaga sungai ini agar tidak tercemar. Shod
