CB, TULUNGAGUNG-Kendati disorot warga, proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Doroampel Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Selasa (24/09), tetap berjalan sesuai agenda. Dan, ujian perangkat yang disorot ini terdiri dari Sekretaris Desa, Kaur Umum dan Kasun.
Sedangkan rumor berkembang, penjaringan dan penyaringin perangkat ini diduga ada oknum panitia yang memainkan ujian. Sehingga, peserta yang membayar dengan nominal tertentu dapat bocoran jawaban.
Padahal, hari sebelum pelaksanaan, beberapa peserta sempat meminta agar panitia menyediakan soal yang sama dengan varian berbeda untuk meminimalisir kebocoran soal dan kunci jawaban. Namun, permintaan peserta ini tidak dikabulkan oleh panitia, sehingga diputuskan semua soal sama.
Saat dikonfirmasi, ketua panitia H. Ahmad Sahlan mengatakan pihaknya berpegang teguh pada aturan atau prosedur yang ada.
“Kita jalankan apa yang menjadi aturan dan prosedur yang ada,” katanya.
Menurut Sahlan, kebocoran soal dan kunci jawaban sulit terjadi karena pihak pembuat soal dari salah satu perguruan tinggi ternama di Malang, telah berkomitmen dengan panitia.
“Bahkan, begitu soal datang seluruh peserta kita undang dan diamankan dengan dijaga ketat,” ungkapnya.
Ia memastikan seluruh peserta yang telah mendaftar dan ditetapkan hadir untuk mengikuti proses penyaringan atau ujian pada hari ini.
“Seluruhnya hadir, prosesnya sepenuhnya dilaksanakan oleh pembuat soal. Nanti setelah selesai, langsung dikoreksi dan diumumkan siapa pemenangnya,” tuturnya.
Tokoh kharismatik di Doroampel ini berharap agar nantinya perangkat yang dihasilkan dari ujian ini benar-benar dapat mempresentasikan kebutuhan masyarakat.
Dilokasi, selain peserta tampak hadir pihak keamanan baik dari Polri dan TNI untuk membantu pengamanan proses ujian agar berlangsung aman dan kondusif.(Hsu)
