CB Blitar – Pemerintah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya melalui program pemberian gizi tambahan untuk balita. Program ini menyasar 10 balita yang tersebar di beberapa dusun, sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak desa yang berisiko mengalami stunting.
Pada Selasa, 8 Oktober 2024 yang lalu, program ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari perangkat desa, tim kesehatan, bidan desa, serta kader Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang bertugas memastikan balita-balita tersebut mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan memadai.
Kepala Desa Kedungbanteng, Marsaid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan anak-anak, terutama mereka yang rentan stunting.
“Kami sangat peduli dengan kesehatan anak-anak di desa kami. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Desa Kedungbanteng,” ungkap Kades, Selasa (19/11/2024).
Marsaid menjelaskan bahwa setiap balita akan menerima paket gizi yang berisi telur, sayur, buah, dan susu. Distribusi ini direncanakan berlangsung setiap bulan dan diharapkan bisa membantu mencukupi kebutuhan nutrisi anak-anak yang rentan mengalami stunting.
Keterlibatan Masyarakat dan Kader KPM
Pelaksanaan program ini disambut hangat oleh masyarakat, khususnya para orang tua balita yang mendapatkan bantuan. Penyerahan paket gizi dilaksanakan di Balai Desa Kedungbanteng, dengan antusiasme yang tinggi dari para warga. Para kader KPM turut hadir dalam kegiatan ini untuk memantau kondisi kesehatan balita-balita penerima manfaat. Selain memberikan bantuan fisik, pemerintah desa juga memberikan edukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Bidan desa juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi pada masa-masa kritis pertumbuhan anak. Ia menekankan bahwa asupan protein yang cukup dapat membantu meningkatkan berat badan dan daya tahan tubuh anak, sehingga mereka terhindar dari risiko stunting.
Harapan dan Apresiasi Masyarakat
Dukungan masyarakat atas program ini terlihat dari rasa syukur dan harapan yang diutarakan oleh warga. Yuli Krisnawati (35) dan Desy Wahyuning Tyas (28), warga Dusun Banaran, mengungkapkan kebahagiaan mereka atas bantuan ini.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Terima kasih kepada pemerintah desa yang peduli dengan kesehatan anak-anak kami,” kata Yuli dengan penuh rasa terima kasih.
Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak di Desa Kedungbanteng bisa tumbuh sehat dan terbebas dari risiko stunting.
Komitmen Pemerintah Desa untuk Terus Memantau dan Mengedukasi
Kepala Desa Kedungbanteng, Marsaid, menegaskan komitmennya untuk memantau perkembangan balita yang menerima bantuan ini secara berkala. Melalui kolaborasi dengan bidan desa dan kader KPM, pihaknya akan melakukan pengukuran dan evaluasi rutin terhadap pertumbuhan anak-anak tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar memberikan dampak yang positif. Program ini tidak hanya sekadar memberikan paket gizi, tetapi juga diiringi dengan edukasi bagi para orang tua. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan para orang tua akan lebih peduli terhadap kebutuhan gizi anak-anak mereka setiap hari,” kata Marsaid.
Langkah Nyata Menuju Desa Bebas Stunting
Program gizi tambahan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Kedungbanteng. Pemerintah desa juga berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi inspirasi bagi seluruh warga desa untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi anak-anak mereka. Dengan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat, angka stunting di desa ini diharapkan bisa terus menurun.
“Ini adalah wujud nyata dari perhatian kami terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program-program serupa demi mewujudkan Desa Kedungbanteng yang sehat dan bebas dari stunting,” tutur Marsaid.
Dengan upaya berkelanjutan seperti ini, menurut Marsaid, Desa Kedungbanteng mampu mencapai visi menjadi desa yang sehat, sejahtera, dan bebas dari ancaman stunting bagi generasi mudanya.(Pram)
