CB, Surabaya – Pembina IMAMI (Ikatan Mahasiswa Minang ) Surabaya Sahlan Azwar, S.Pd, SH.MH ikut menghadiri acara gathering dan pelantikan pengurus Imami di Surabaya masa bakti tahun 2024-2025 yang di gelar di Rumah Gadang Jln.Gayung Kebonsari Surabaya, Sabtu (23/11/2024).

Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 Wib tersebut juga dihadiri oleh perwakilan yayasan Gebu Minang Jatim serta 50 mahasiswa/mahasiswi yang berasal dari Sumatra Barat yang tengah menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi Negeri/swasta yang ada di Kota Surabaya.
Waka I Bidang Organisasi dan Kelembagaan DPD Gebu Minang Jatim Joni. SE didampingi Pembina IMAMI Sahlan Azwar secara simbolis melantik pengurus ikatan Mahasiswa Minang periode 2024-2025 terpilih sebagai Ketua Reihan Nabibie (mahasiswa UPN) Sekjen Muhammad Hafidz (mahasiswa Unesa), Bendahara Safrina Ika Desinta (mahasiswi UPN), Sekretaris Nada Salsabila (mahasiswi UINSA), serta anggota lainnya berjalan lancar dan penuh khidmat.
Pada kesempatan tersebut Sahlan Azwar, S.Pd,SH,MH menyampaikan, selamat atas dilantiknya ketua Imami yang baru periode 2024-2025 atas nama Raihan Nabibie.
” Kami selaku Pembina Imami, menilai ada beberapa kegiatan dan program yang bagus yang dilakukan oleh Imami diantaranya, gathering, seni budaya nusantara, mereka juga membuat sanggar saling kaad Imami. Itu sudah bagus, dibeberapa Iven/kegiatan mereka tampil dibeberapa kegiatan kita berkolaborasi. Semoga kegiatan tersebut bisa diteruskan oleh pengurus yang baru dan semoga kedepan lebih bersinergi lagi dengan Gebu Minang Jawa Timur dan bisa memanfaatkan rumah gadang dengan sebaik-baiknya. ” harap Sahlan Azwar,S.Pd,SH MH yang juga sebagai Sekretaris DPD Gebu Minang Jawa Timur tersebut
Sementara itu ditempat yang sama Waka I Bidang Organisasi dan Kelembagaan DPD Gebu Minang Jawa Timur Joni, SE mengatakan, Ikatan Mahasiswa yang berasal dari Sumatra barat dan beberapa kabupaten/kota se-sumatra barat dibentuk dibawah payung panji Gebu minang. Susunan organisasinya kita buat semacam organisasi sayap di Gebu Minang.
Dijelaskan Joni, SE bahwa, itu anak-anak kita, baik yang dipanggil atau yang datang sendiri untuk sekolah/kuliah di Jawa Timur, karena kita ada perkumpulan masyarakat Minang mereka itu anak-anak kita. Sehingga sebagai payung panji masyarakat Minang tidak melepas kepedulian dan tanggung jawab.
” Jadi setiap kegiatan apapun yang dibuat oleh mereka akan selalu kita pantau sehingga terkendali dan terkondisi karena mereka masih remaja kita sebagai payung panji melakukan pembinaan dan pengawasan. Sesuai dengan pepatah Minang ” Dimana Bumi di Injak itulah Langit di Junjung yang artinya selalu menyesuaikan dan berbuat yang terbaik dimanapun mereka berada lingkungan dan wilayahnya.” ucap Joni, SE. (ncs)
