Kebakaran Kandang Ayam di Blitar, 5.000 Ekor Ayam Hangus, Kerugian Capai Rp 250 Juta

CB Blitar – Sebuah kebakaran melanda kandang ayam broiler di Dusun/Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada Jumat (13/12/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Kejadian ini menghanguskan ribuan ayam yang masih berusia tiga hari, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta.

Peristiwa ini terjadi di kandang milik Soim, seorang peternak berusia 53 tahun yang tinggal di Desa Karangsono. Lokasi kebakaran menjadi perhatian warga sekitar karena api dengan cepat menyambar seluruh bagian kandang yang terbuat dari kayu dan bambu.

Menurut keterangan saksi, Ratna Mahmawati (42) dan Naning (47), awal mula kebakaran ditandai dengan suara letusan kecil yang berasal dari dalam kandang ayam. Tak lama setelah itu, muncul asap tebal yang diikuti kobaran api yang membesar dengan cepat.

Ratna menjelaskan bahwa kandang tersebut menggunakan alat pemanas atau gasolek untuk menjaga suhu ayam kecil atau DOC (Day Old Chicken). “Kemungkinan alat pemanas itu terlalu panas dan memicu api yang kemudian menyambar sekam di dalam kandang,” ungkapnya.

Naning menambahkan bahwa kandang tersebut memang dipenuhi bahan yang mudah terbakar, seperti sekam, kayu, dan bambu. Api pun dengan cepat melalap seluruh isi kandang, termasuk sekitar 5.000 ekor ayam kecil yang baru berusia tiga hari.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material yang dialami Soim cukup besar. Selain ayam yang terbakar, kandang dan peralatan peternakan lainnya juga habis dilalap api.

Setelah kejadian, Soim langsung melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang. Polisi bersama tim pemadam kebakaran segera mendatangi lokasi untuk memadamkan api dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Kanigoro menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah alat pemanas atau gasolek yang terlalu panas. “Alat pemanas ini digunakan untuk menjaga suhu ayam kecil, namun karena material di dalam kandang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian dilaporkan. Meskipun demikian, seluruh kandang dan isinya sudah dalam kondisi hangus.

Soim, pemilik kandang, mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Ia menyadari bahwa penggunaan alat pemanas yang tidak diawasi dengan baik menjadi penyebab kebakaran tersebut. “Ini menjadi pelajaran berharga bagi saya agar lebih hati-hati ke depannya,” ujar Soim.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada para peternak untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan alat pemanas di kandang. Material yang mudah terbakar harus diperhatikan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi peternak ayam broiler lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan peralatan yang berisiko memicu kebakaran. Langkah preventif dan pengawasan ketat dapat membantu mengurangi risiko kerugian yang besar.(Hms reskab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *