Dua Pria Asal Jabar Perkosa Gadis Tuna Rungu dan Wicara Berujung Masuk Bui

CB, Tulungagung – Belum lama ini, Polres Tulungagung berhasil menangkap dua pria atas dugaan perkosaan terhadap wanita tuna rungu dan tuna wicara. Dan, dua pria yang diduga melakukan pemerkosaan di wilayah Kecamatan Ngunut ini adalah DV dan AK, asal Kota Garur, Jawa Barat.

Saat itu, korban yang tinggal sendirian di tempat kos diperkosa oleh DV yang merupakan tetangga kos pada 25 November 2024 malam, tanpa perlawanan. Merasa aksinya aman DV kemudian mengulangi perbuatannya keesokan malamnya pada 26 November.

Tak hanya itu, DV kemudian menceritakan perbuatannya kepada AK, teman seprofesi yang juga sama sama tetangga kos korban. Dari situ AK kemudian terinspirasi dan turut memperkosa korban pada 28 November malam.

“Sungguh pembuatan yang sangat keji dan memprihatinkan. Dimana korban adalah wanita terhormat sekaligus seorang tuna rungu dan wicara,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taad Resdi SIK, MH, dalam press realisenya pada Jumat, (20/12/24).

Kedua tersangka, tambah Kapolres, bekerja sebagai sales makanan dan bertetangga kos dengan korban sekitar 3 bulanan. Untuk memuluskan aksinya, DV yang sudah beristri itu mengancam korban dengan menggunakan bahasa isyarat dan memaksa korban untuk menuruti nafsu bejatnya.

Taat Resdi menambahkan, dari peristiwa yang dialaminya korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya dan kemudian keluarganya melaporkan pemerkosaan itu ke Polres Tulungagung. Atas kejadian itu, saat ini korban mengalami trauma dan rasa takut yang mendalam terhadap laki-laki.

“Polres Tulungagung telah menangkap kedua tersangka dan akan memproses mereka secara hukum,” terangnya.

Masih kata Kapolres Tulungagung, kejadian menimbulkan akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan dan pencegahan kekerasan seksual. Untuk itu, masyarakat untuk selalu melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak berwenang.

Sementara itu, AK dalam keterangannya mengakui sudah mengenal korban sekitar 3 bulanan. Perihal pemerkosaan itu dilakukan lantaran kepingin dan tidak bisa menahan nafsu serta melihat kondisi korban yang dirasa tidak akan melawan dan tidak mampu berteriak.

Kejadian ini menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan dan pencegahan kekerasan seksual. Masyarakat dihimbau untuk selalu melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak berwenang. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *