Posyandu Waluyo Jiwo Gelar Kesehatan Jiwa untuk 30 Peserta ODGJ di Desa Bacem

CB Blitar – Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, kembali mengadakan kegiatan Posyandu Kesehatan Jiwa pada Kamis minggu terakhir bulan ini. Kegiatan yang berlangsung rutin setiap bulan ini melibatkan sebanyak 30 peserta Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Program ini diadakan oleh Posyandu Waluyo Jiwo dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya para ODGJ. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Balai Desa.

Kepala Desa Bacem, Slamet Winarko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi Posyandu Waluyo Jiwo untuk menciptakan masyarakat yang aman, tentram, damai, sejahtera, bersih, serta sehat secara jiwa dan raga. “Kami ingin mendukung semua warga, termasuk ODGJ, agar bisa merasakan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat,” ujar Slamet.

Dalam pelaksanaan program ini, Waluyo Jiwo tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memberikan pendampingan sosial. Setiap peserta mendapatkan sesi konseling dari tenaga kesehatan dan pelatihan keterampilan sederhana untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan penuh empati.

Slamet Winarko juga menegaskan misi Waluyo Jiwo yang mencakup tiga hal penting. Pertama, membangun dan memberdayakan manusia seutuhnya tanpa terkecuali. Kedua, memberikan motivasi kepada para ODGJ agar mereka dapat beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya. Ketiga, mendorong para ODGJ agar mampu hidup mandiri di tengah-tengah komunitas.

Pada kegiatan ini, berbagai program pelatihan diberikan kepada para peserta. Beberapa di antaranya adalah pelatihan membuat kerajinan tangan, bercocok tanam, serta pengelolaan keuangan sederhana. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis, sekaligus membantu proses rehabilitasi mental mereka.

Para keluarga peserta ODGJ juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka diberi edukasi tentang cara mendukung dan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Kepala desa berharap pendekatan holistik ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi para ODGJ.

Salah satu peserta, Siti (bukan nama sebenarnya), mengaku senang bisa mengikuti program ini. “Dulu saya merasa tidak percaya diri dan sering menyendiri. Sekarang saya merasa lebih diterima, dan mulai belajar keterampilan baru,” katanya. Siti juga berharap program ini terus berlanjut agar dirinya dan peserta lainnya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, program ini juga melibatkan partisipasi aktif dari komunitas desa. Para pemuda dan perangkat desa turut membantu kegiatan, seperti memfasilitasi transportasi peserta, menyiapkan lokasi, hingga membantu jalannya pelatihan. Dukungan dari masyarakat ini dinilai sangat penting untuk kesuksesan program kesehatan jiwa di Desa Bacem.

Dengan rutinnya kegiatan ini, Posyandu Waluyo Jiwo berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang. “Kami ingin Desa Bacem menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola kesehatan jiwa masyarakat,” ujar Slamet. Pihaknya berencana untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program kesehatan jiwa di masa depan.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah desa untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, sehat, dan berdaya. Posyandu Waluyo Jiwo, bersama dengan perangkat desa dan masyarakat, optimis bahwa program kesehatan jiwa ini akan membawa perubahan yang signifikan bagi para ODGJ dan komunitas secara keseluruhan. (Pram)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *