Kirab Budaya Boyong Praja Tlumpu, Tradisi Sakral Warnai Perpindahan Kantor Kelurahan

CB Blitar – Ribuan warga Kecamatan Sukorejo tumpah ruah di sepanjang Jalan Cemara hingga Jalan Klampis, Minggu (25/1/2025). Mereka antusias menyaksikan prosesi Kirab Budaya Boyong Praja Kelurahan Tlumpu dari kantor lama ke kantor baru. Acara ini diawali dengan ritual sakral jamasan kentongan, menandai perjalanan bersejarah bagi Kelurahan Tlumpu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Priyo Suhartono, secara resmi membuka prosesi boyongan dengan memecahkan kendi sebagai simbol pindahnya pemerintahan kelurahan ke tempat yang lebih baik. Hadir dalam acara tersebut Camat Sukorejo, lurah se-Kecamatan Sukorejo, para guru, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Kirab Budaya boyongan ini berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan Pawai budaya. Berbagai tarian adat Jawa ditampilkan oleh siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta perangkat kelurahan yang ikut serta dalam rombongan kirab. Masyarakat tampak menikmati setiap pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono menyampaikan harapannya agar pemindahan kantor kelurahan ini membawa semangat baru bagi perangkat dan warga Kelurahan Tlumpu. “Kelurahan terbesar dan termewah se-Kota Blitar ini semoga semakin maju dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tlumpu, Muheni, mengungkapkan rasa syukurnya atas berdirinya kantor baru. Ia berharap kantor yang lebih representatif ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan kantor baru ini, kami semakin bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.

Kirab budaya boyong praja ini menjadi momen yang penuh makna bagi warga Tlumpu. Selain menandai perpindahan administrasi, acara ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Prosesi kirab berlangsung tertib meskipun warga memadati rute perjalanan. Petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP dikerahkan untuk mengawal jalannya acara agar tetap aman dan lancar.

Menurut salah satu warga, Suprapto (45), boyong kelurahan ini menjadi pengalaman yang unik. “Ini pertama kali saya melihat boyongan sekhidmat ini. Semoga kelurahan baru membawa berkah bagi kita semua,” katanya.

Selain tarian tradisional, acara juga dimeriahkan dengan penampilan dari berbagai sekolah di Kecamatan Sukorejo. Suara tabuhan kendang dan gamelan menambah suasana semakin meriah.

Di sepanjang jalan yang dilalui kirab, warga juga menyuguhkan berbagai sesaji dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini dipercaya membawa keberkahan bagi tempat baru yang akan ditempati.

Puncak acara ditandai dengan penempatan kentongan ditempat baru dan prosesi syukuran doa bersama di pendopo setempat.

Dengan selesainya prosesi boyongan ini, Kelurahan Tlumpu resmi menempati kantor baru di Jalan Klampis. Warga berharap, dengan tempat yang lebih luas dan modern, pelayanan masyarakat bisa semakin cepat dan efisien. (Pram)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *