Viral Video Siswa SD di Tulungagung “Nyawer” Biduan saat Acara Perpisahan, Dinas Pendidikan Belum Beri Tanggapan

CB, Tulungagung – Prosesi kelulusan sekolah masih menjadi perbincangan menarik, terlebih ketika mengandung unsur positif dan negatif. Hal ini terus menjadi pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan daerah untuk menetapkan aturan yang lebih tegas.

Salah satu sekolah dasar di wilayah Tulungagung menggelar acara perpisahan siswa kelas 6 dengan menghadirkan hiburan electone. Uniknya, acara tersebut dikemas layaknya hiburan untuk orang dewasa. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah siswa melakukan aksi “nyawer” kepada penyanyi wanita yang tampil bersama grup electone.

Tak hanya siswa, pola hiburan ini juga tampak dinikmati oleh sejumlah guru dan pejabat sekolah yang hadir dalam acara tersebut. Hal ini memicu reaksi dari sejumlah pihak, terutama wali murid.

Seorang wali murid berinisial H, mengaku prihatin dan menyayangkan bentuk hiburan dalam acara tersebut. Ia menilai, gaya hiburan seperti itu tidak pantas untuk anak-anak usia sekolah dasar.

“Terus terang saya kaget , mas. Tadi saya konfirmasi ke istri saya dan ternyata benar ada hiburan electone. Masa anak-anak SD sudah dikenalkan gaya orang dewasa dalam menikmati hiburan, mulai dari nyawer, joget panggung yang bebas, aduh… saya pusing,” ungkapnya kepada media.

Video berdurasi lebih dari satu menit yang memperlihatkan momen tersebut telah beredar luas di sejumlah platform media sosial sejak Rabu, 18 Juni 2025. Dalam video itu terlihat siswa SD “nyawer” biduan yang disebut-sebut merupakan penyanyi profesional yang didatangkan khusus, bukan bagian dari siswa sekolah.

Kepala sekolah dari SD yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi dan berjanji akan memberikan klarifikasi pada Kamis, 19 Juni 2025, tanpa menjelaskan alasan penundaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara, ketika dikonfirmasi, mengaku sedang berada di luar kota untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas, meskipun yang bersangkutan disebut telah menerima video yang ramai diperbincangkan tersebut.

Kejadian ini memantik diskusi di tengah masyarakat Tulungagung, terutama terkait batasan yang seharusnya diterapkan dalam acara perpisahan siswa di lingkungan sekolah dasar.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *