CB, Tulungagung – Setelah diguyur hujan selama dua hari, bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Tulungagung. Akibatnya, tebing di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, ambrol serta menimpa sebagian bangunan SDN 2 Kradinan pada Selasa (19/8/2025).
Akibat kejadian ini, tiga ruang sekolah rusak parah diterjang material longsor, yaitu kamar mandi, perpustakaan, dan ruang kelas 4. Ironisnya, kamar mandi yang baru dibangun pada 2024 itu kini hancur total.
Perpustakaan yang menjadi pusat literasi siswa juga mengalami rusak berat. Ribuan buku tertimbun lumpur, dan hanya sebagian dokumen kelas 4 yang berhasil diselamatkan, meskipun dalam kondisi rusak.
Menanggapi peristiwa ini, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin, Sekda Tri Hariadi, Plt Kepala Dinas PUPR, dan jajaran OPD terkait langsung turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen menangani dampak bencana dengan cepat dan tepat, sesuai hasil analisa di lapangan,” kata Bupati pada Rabu, (21/7/2025).
Bupati menegaskan, mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, pemerintah akan segera mengambil langkah darurat, termasuk relokasi sementara ruang belajar dan perbaikan permanen gedung sekolah.
“Pemulihan fasilitas sekolah harus berjalan lancar agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” tegasnya.
Kepala SDN 2 Kradinan, Tina Susanti, mengungkapkan bahwa longsor pertama kali diketahui dari laporan warga yang melintas di depan sekolah.
“Begitu mendapat kabar, kami langsung menuju lokasi dan mendapati kondisi ruangan sudah rusak parah,” ujarnya.
Selain merusak fasilitas pendidikan, longsor juga sempat memutus akses jalan poros desa. Beruntung, petugas gabungan bersama warga bergerak cepat membersihkan material longsor sehingga jalur kembali dapat dilalui.(tim)
