Aksi Damai Semakin Dekat, Ribuan Simpatisan Siap Turun ke Jalan

CB, Tulungagung – Jika tidak ada aral melintang, pada Kamis, 11 September 2025, aksi damai akan digelar oleh Pejuang Gayatri Tulungagung.

Rencananya, massa aksi akan berkumpul di GOR Lembupeteng sebelum bergerak menuju kantor BPN Tulungagung. Setelah itu, massa yang diperkirakan berjumlah ribuan simpatisan akan melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Kabupaten Tulungagung.

Oplus_131072

Dari pantauan media ini, aksi tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat. Tak pelak, open donasi yang dibuka empat hari lalu untuk mendukung aksi damai mendapat respons positif. Antusiasme warga terlihat terus mengalir, menandakan tingginya partisipasi publik.

Koordinator aksi, Muhamad Tasrik (43), menyampaikan bahwa dukungan masyarakat menjelang hari pelaksanaan terasa semakin nyata. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan bantuan, tetapi juga sebagai wadah menyampaikan aspirasi.

“Sebenarnya kami hanya mengalir saja. Kami informasikan melalui media sosial dan teman-teman, lalu masyarakat merespons dengan luar biasa,” ungkap Tasrik.

Lucy juga menegaskan bahwa aksi ini berbeda dari pergerakan yang sempat direncanakan pada 4 September 2025, yang akhirnya batal. Meski begitu, ia menekankan harapannya agar aksi pada tanggal 11 berjalan tanpa kompromi.

“Kami berharap pada tanggal 11 nanti benar-benar terlaksana tanpa kendala dan tanpa kompromi,” tegasnya.

Menurutnya, karena aksi ini membawa aspirasi masyarakat, maka tanggung jawab utamanya juga ada pada masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten dan DPRD dalam menyerap serta menindaklanjuti aspirasi publik.

“Pemkab dan DPRD punya kewenangan besar, dan itu harus dimaksimalkan. Caranya, dengan membuka transparansi anggaran, kegiatan, serta akses bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa hambatan,” ujarnya.

Lucy bahkan menyarankan agar dibentuk “rumah aspirasi” sebagai wadah resmi untuk menampung keluhan atau laporan masyarakat, agar mereka tidak harus turun ke jalan untuk bersuara

“Kalau ada rumah khusus, semacam rumah aspirasi, masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan keluhan terkait birokrasi atau layanan yang timpang. Itu lebih baik dari pada harus turun ke jalan,” tambahnya.

Dalam aksi damai ini, Lucy juga mengingatkan bahwa mereka tetap akan menerapkan prinsip “tanpa atribut organisasi” dan “tanpa masker”, sebagai upaya untuk menghindari penyusup atau provokator.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *