CB, Pasuruan – Sebuah sumber air yang berada di Dusun Jombor Bawah, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memiliki kisah yang menarik. Lantaran keberadaannya yang dikenal keramat.dan dikunjungi oleh para peritual.
Sumber air tersebut, dikenal dengan nama Megalawu. sumber air yang berada di Dusun Jombor Bawah, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memiliki kisah yang menarik. Namun banyak yang percaya, kalau sumber tersebut termasuk sumber yang keramat.,” kata Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi. Lokasi sumber air tersebut, berada di tengah areal persawahan. Jaraknya, sekitar 700 meter hingga 800 meter dari jalan raya Pandaan – Malang..
Menurut kepala desa Lemahbang Naqso Bandi Sumber Megalawu, dikenal keramat. Tak mengherankan, jika sumber tersebut, kerap menjadi jujukan orang untuk bertapa. Serta melakukan ritual tertentu. Mereka datang, dari berbagai daerah. “Tempatnya dikenal wingit. Tak jarang ada yang mendapat pusaka, seperti keris,” bebernya. berdasarkan cerita rakyat yang turun temurun, Sumber Air Megalawu, dahulunya merupakan salah satu tempat mandi dan bermain Putri Renggono.
“Didekat sumber air, terdapat goa yang kini tertutup oleh tanah dan bebatuan serta semak belukar. Dulu juga ada batu terdapat bekas telapak kaki. Diduga telapak kakinya Gatotkaca,” urainya. Warga setempat menganggap Sumber Air Megalawu keramat dan angker. karena di sumber air ini, dipercaya dijaga oleh makhluk ular gaib. Meski begitu, ular gaib tersebut tidak mengganggu pengunjung yang datang. Hanya sebatas lewat dan kembali menghilang. “Sebenarnya bukan hanya ular jadi-jadian. Karena ular sungguhan juga sering terlihat melintas di kawasan sini. Mengingat, di sekeliling sumber, tak hanya area persawahan. Tetapi juga ada pohon bambu serta semak-semak,” jelasnya. Keberadaan Sumber Air Megalawu membawa berkah tersendiri bagi warga di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Karena meskipun sumber airnya tidak terlalu besar, dengan debit air selalu stabil. Baik saat musim hujan maupun kemarau. Air dari sumber ini, dimanfaatkan banyak hal. Selain untuk konsumsi yang disalurkan melalui HIPPAM juga dimanfaatkan untuk sarana irigasi. Kepala Desa Lemahbang, Naqso Bandi menjelaskan, air sumber dialirkan ke rumah-rumah warga yang tersebar di lima dusun.jelasnya. Shod
