CB Blitar – Pemerintah Kota Blitar bekerja sama dengan warga Kelurahan Kauman menggelar Kenduri Bersih Bumi pada Sabtu (22/11) pagi. Tradisi itu menjadi simbol doa bersama sekaligus pertanda dimulainya pembersihan lahan calon pembangunan Sekolah Rakyat seluas lebih dari 5 hektare di Jl. Simpang Kapuas, Blitar Barat.
Wali Kota Blitar, Syauqul “Mas Ibin” Muhibbin, menyebut acara ini sebagai momentum syukur sekaligus harapan agar proses pembangunan berjalan lancar dan penuh berkah. “Kenduri ini adalah ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar seluruh proses mulai dari pembersihan lahan hingga pembangunan Sekolah Rakyat berjalan aman dan diberkahi,” ujarnya.
Menurut Mas Ibin, pembersihan lahan direncanakan selesai pada 24 November. “Semua hak masyarakat pengelola lahan telah dituntaskan oleh camat dan lurah, sehingga proses persiapan dapat berjalan tanpa hambatan,” katanya. Setelah pembersihan rampung, lahan akan langsung masuk tahap konstruksi.
Pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional dari Kementerian Sosial (Kemensos). Blitar menjadi salah satu dari 100 kota percontohan pertama menjalankan program ini.
Lebih lanjut mas Ibin menyampaikan apa yang dikatakan Sekjen Kemensos, yang pernah meninjau kesiapan lahan Blitar, menyatakan optimisme terhadap proyek tersebut. “Kota Blitar termasuk dalam seratus kota pertama penyelenggara SR, perlu kami koordinasikan berbagai persiapan yang harus dimaksimalkan,” katanya.
Warga menyambut positif rencana ini, khususnya petani di sekitar lahan. Menurut Wali Kota, Pemkot akan memberikan solusi bagi para petani yang terdampak pembangunan, baik melalui pemindahan lahan maupun keterlibatan mereka dalam pengelolaan sekolah nanti. “Pemerintah akan memberikan solusi terbaik bagi para petani … pelibatan mereka dalam pengelolaan sekolah nantinya,” ujarnya dalam forum dialog.
Sebelumnya, Pemkot berencana memanfaatkan eks bangunan SMPN 6 di kompleks Monumen PETA sebagai lokasi sementara SR. Namun, menurut Kepala Bappeda Blitar, Tri Iman Prasetyono, Kemensos memutuskan agar langsung dibangun gedung baru di lahan Kauman.
Rencana pembangunan gedung permanen SR di Kauman dirancang dengan konsep asrama penuh dan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar, yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Dengan pembangunan ini, Pemkot Blitar berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi tonggak inklusivitas pendidikan dan memberikan akses pendidikan unggulan bagi warga kurang mampu. Mas Ibin menyatakan optimisme bahwa sekolah ini bisa menjadi “solusi konkret dalam menekan angka kemiskinan di Kota Blitar.” (Pram)
