Ratusan Warga Padati Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan BNN di Cepoko, Ketua DPRD Soroti Momen Bersejarah dan Nilai Kebangsaan

CB, Magetan — Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lapangan Desa Cepoko, Minggu (24/11/2025), mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat. Ratusan warga memadati area pertunjukan untuk menikmati seni tradisi yang dikemas dengan pesan kebangsaan dan edukasi sosial.

Acara dimulai dengan prosesi penyerahan gunungan kepada dalang Ki Alex Budi Sabdo Utomo, sebagai tanda dimulainya pertunjukan. Pembukaan ini sekaligus menjadi simbol harapan agar nilai moral dan pesan kebaikan yang dibawa dalam lakon dapat tersampaikan dengan baik.

Pada malam itu, Ki Alex membawakan lakon “Srikandi Krido”, sebuah kisah yang menggambarkan keberanian, keteguhan sikap, serta nilai kepahlawanan. Suasana makin semarak dengan kehadiran bintang tamu Cak Percil, Abah Kirun, dan Lusi Brahman, yang menampilkan humor khas Jawa Timur dan menghibur penonton dari berbagai usia.

Ketua DPRD Magetan, Suratno, yang turut hadir, menjelaskan bahwa pagelaran wayang ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan beberapa momentum penting.

“Kaitan pagelaran ini sangat istimewa. Kita memperingati ulang tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur dan ulang tahun ke-350 Kabupaten Magetan. Selain itu, momentumnya juga bersamaan dengan Hari Pahlawan Nasional,” jelas Suratno.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap tiga tokoh Jawa Timur yang baru saja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Ada Kiai Haji Abdurrahman Wahid, ada Marsinah, dan ada Kiai Kholil dari Bangkalan. Ini luar biasa, merajut seluruh nilai luhur Jawa dan Indonesia,” ujarnya.

Suratno menegaskan bahwa Wayang Kulit Kebangsaan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat pesan-pesan kebangsaan dan sosial.

“Makna wayang kebangsaan ini adalah merajut kebersamaan, menjaga keluarga, menguatkan kerukunan, dan nilai keberagamaan. Ini sangat relevan dengan misi kebangsaan kita bersama,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda tetap dekat dengan seni tradisi sebagai jembatan memahami jati diri bangsa.

“Di tengah perkembangan teknologi, budaya seperti wayang harus tetap dihidupkan. Dari sini kita belajar tentang moral, kebersamaan, dan nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan,” tambahnya.

Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan di Cepoko menjadi salah satu ruang bertemunya edukasi, hiburan, dan penguatan budaya, sekaligus momentum merayakan perjalanan sejarah Jawa Timur dan Kabupaten Magetan.
(Caknan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *