Magetan — Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan bersama Persagi Magetan menggelar Seminar Gizi Nasional di Gedung Hotel Bukit Bintang, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025.
Seminar yang mengusung tema “Hubungan Gizi dengan Kejadian Hipertensi: Tinjauan Ilmiah dan Praktis serta Implikasinya bagi Kesehatan Masyarakat” ini berlangsung secara luring maupun daring serta diikuti oleh ratusan peserta. Mereka terdiri atas petugas gizi Puskesmas, tenaga promosi kesehatan, pengelola program PTM, tenaga rumah sakit, hingga mahasiswa.
Pada kegiatan ini, Dinas Kesehatan Magetan menghadirkan tiga narasumber kompeten di tingkat daerah hingga nasional, yakni Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI–RSCM, Dr. dr. Nurul Ratna Mutumanikam, M.Gizi., Sp.GK., SubsKM, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Iskak Tulungagung, Ratih Puspitaningtyas, S.Gz., RD., CHNMP, Ketua Tim Inovasi MAGENTA, Persagi Magetan, Hanan, S.Tr.Gz.
Ketiga narasumber menyajikan materi komprehensif mengenai manajemen gizi pada hipertensi, pencegahan penyakit degeneratif, hingga inovasi edukasi gizi berbasis masyarakat.
Kepala Dinas melalui Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Magetan, Retno Hadirini, memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan pemahaman tenaga kesehatan dalam pengendalian hipertensi.
“Seminar ini adalah upaya kami untuk memperluas wawasan dan menyelaraskan langkah dalam pengendalian hipertensi. Dengan prevalensi yang mencapai 33 persen di Magetan hingga Oktober 2025, kita perlu memperkuat pendekatan ilmiah dan praktis agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Retno menjelaskan bahwa minimnya gejala membuat banyak masyarakat tidak menyadari risiko hipertensi.
“Hipertensi sering disebut ‘silent killer’. Banyak warga merasa sehat padahal tekanan darahnya tinggi. Inilah pentingnya edukasi dan pemeriksaan berkala yang harus terus kita dorong,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan pola konsumsi harian masyarakat.
“Pola makan harus semakin membaik. Konsumsi garam perlu dibatasi, serat harus ditingkatkan, dan kebiasaan makan sehat perlu dibudayakan sejak dini,” tambahnya.
Selain itu, Retno juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Magetan terus mendorong kolaborasi lintas program agar edukasi hipertensi juga berjalan sejalan dengan upaya pengendalian stunting, diabetes, hingga TBC.
“Kami ingin tenaga kesehatan semakin percaya diri dan memiliki kapasitas yang kuat dalam memberikan edukasi. Ketika pengetahuan dan kemauan masyarakat meningkat, pengendalian hipertensi akan jauh lebih efektif,” jelasnya.
Ia pun turut mengingatkan masyarakat untuk menerapkan gerakan CERDIK di kehidupan keseharian.
“Cek kesehatan, aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres, ini harus menjadi kebiasaan kita bersama,” tutupnya.
Melalui seminar ini, Dinas Kesehatan Magetan menegaskan komitmennya dalam memperkuat edukasi kesehatan, khususnya terkait gizi dan hipertensi. Keterlibatan narasumber berpengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk hidup lebih sehat.
(Caknan)
