CB, Mojokerto – Badan Anggaran IBanggat) DPRD Kota Mojokerto memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemkot Mojokerto setelah penetapan Rancangan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna pada 25 November lalu.
Banggar DPRD Kota Mojokerto, H. Sugiyanto, S.H., mengatakan bahwa penurunan pendapatan dari pusat menjadi tantangan utama dalam proses pembahasan APBD 2026. Kondisi tersebut menurutnya perlu diantisipasi dengan langkah-langkah penguatan sumber pendapatan lokal.
Sugiyanto berharap Pemkot Mojokerto lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah. intensifikasi retribusi dan optimalisasi aset daerah harus menjadi prioritas agar kemandirian fiskal bisa meningkat.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan belanja pemerintah difokuskan pada sektor esensial, terutama layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Efisiensi anggaran tetap harus dilakukan, namun jangan sampai menurunkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, setiap program harus memiliki indikator kinerja yang jelas sehingga penggunaan anggaran tepat sasaran, pengaturan pola pembelanjaan yang akuntabel. proporsional. efisien dan efektif demi terwujud Kota Mojokerto yang inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan. (Adv)
