Satu Tahun Menjabat, Kinerja Bupati Gatut Sunu Dinilai Jawab Keluhan Infrastruktur

CB, TULUNGAGUNG – Kinerja Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam satu tahun masa kepemimpinannya mendapat apresiasi dari kalangan masyarat dan sejumlah kepala desa.

Salah satunya datang dari Kepala Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Suad Bagyo. Ia menilai Bupati Gatut Sunu telah menepati janji untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh proses membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Beliau telah menjawab harapan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak,” ujar Suad, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, Bupati Tulungagung tidak hanya merealisasikan program pembangunan, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.

Sikap tersebut dinilai menjadi salah satu alasan munculnya respons positif dari masyarakat. “Banyak masyarakat merespons positif karena beliau rajin turun ke warga dan mendengarkan langsung keluhan di bawah,” terangnya.

Meski masa jabatan bupati telah genap satu tahun, Suad menilai kritik terhadap kinerja pemerintah daerah merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan.

Terkait polemik pengadaan barang dan jasa, Suad menjelaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah memperbolehkan konsultan perencana merangkap sebagai pengawas dengan batasan tertentu.

“Perlu dipahami, ada anggapan konsultan perencana tidak boleh menjadi pengawas. Itu tidak sepenuhnya benar. Dalam aturan jelas diperbolehkan, tentu dengan batasan,” jelasnya.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk menghindari potensi konflik kepentingan dalam proses pengadaan. Konflik kepentingan, lanjutnya, terjadi apabila konsultan perencana atau pengawas bertindak sebagai pelaksana pekerjaan yang direncanakan atau diawasi, kecuali dalam pekerjaan yang bersifat terintegrasi.

Ia juga mengutip Pasal 7 ayat (2) Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang mengatur tentang konflik kepentingan, misalnya jika terdapat rangkap jabatan inti pada badan usaha lain yang mengikuti tender yang sama atau dikendalikan oleh pihak yang sama.

Terlepas dari itu, Suad menegaskan masyarakat bawah mengapresiasi langkah nyata Bupati Tulungagung dalam menangani infrastruktur rusak.

“Jika belum semua bisa diperbaiki, masyarakat memahami karena keterbatasan anggaran. Namun kepuasan terhadap kerja nyata bupati sangat luar biasa,” tandasnya.

Sementara itu, obrolan di warung kopi, sejumlah masyarakat pun memuji kinerja Bupati Gatut Sunu yang cepat tanggap dan langsung gerak cepat ketika ada keluhan masyarakat.

“Kita obyektif saja, di era kepemimpinan Bupati sekarang lebih memberi langkah nyata soal menangani infrastruktur, dan hal seperti ini lah yang dibutuhkan masyarakat,” kata Hari yang diamini rekan lainnya.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *