CB, TULUNGAGUNG – Komitmen pelestarian adat dan budaya lokal kembali diteguhkan melalui Resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo yang digelar di Serambi Masjid Ageng Al Mimbar Majan, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) sore.
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Sentono Dalem Kasepuhan Perdikan Majan (YASENDAM) ini menjadi momentum penghormatan sekaligus pengenangan terhadap para pemimpin terdahulu, yakni R.M.T. Pringgodiningrat (Bupati Ngrowo ke-IV), R.M.T. Adipati Jayaningrat (Bupati Ngrowo ke-V), R.M.T. Pringgokusumo (Bupati Ngrowo ke-X), serta R.P.A. Sosrodiningrat (Bupati Tulungagung ke-XIII).
Tak sekadar seremoni, resepsi adat ini dimaknai sebagai ruang refleksi sejarah dan penguatan nilai-nilai kebudayaan daerah. Semangat tersebut diarahkan untuk memperkokoh jati diri Tulungagung, mewujudkan cita-cita Karta Raharja, serta menanamkan kesadaran menjaga budaya bangsa dalam bingkai Wawasan Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sambutan disampaikan Ketua Umum YASENDAM, Dr. Raden Moh Ali Sodik, serta Bupati Tulungagung yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.
Dalam pemaparannya, Dr. Raden Moh Ali Sodik mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun buku tahap pertama sebagai referensi publik, khususnya bagi para guru, untuk menelaah dan mengajarkan sejarah Tulungagung secara lebih sistematis dan berbasis sumber lokal.
“Buku ini menjadi langkah awal menghadirkan bahan ajar sejarah daerah yang kredibel dan mudah diakses oleh dunia pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bupati Tulungagung menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi membentuk tim riset lanjutan guna mengkaji sejarah transisi Kalangbret–Ngrowo–Tulungagung secara lebih mendalam dan akademis.
Rangkaian acara inti diisi dengan pembacaan sejarah singkat para Bupati Ngrowo dan Tulungagung oleh Dr. Fatkhur Rohman Nur Awalin. Prosesi dilanjutkan dengan ritual adat Hadeging Kadipaten Ngrowo yang sarat makna simbolik, doa bersama, serta kegiatan nyekar di Pasarean Agung Sentono Dalem Perdikan Majan.
Panitia juga membagikan dua buku kepada peserta, yakni Buku Yasin Tahlil Naluri Khas Kasepuhan Perdikan Majan dan Buku Sejarah Bupati Ngrowo ke-IV, V, X serta Bupati Tulungagung ke-XIII, sebagai bagian dari dokumentasi dan edukasi sejarah lokal.
Resepsi adat ini dihadiri kepala sekolah SD dan MI, kepala sekolah MTs dan SMP, serta guru mata pelajaran IPS dan Sejarah kelas VII, VIII, dan IX se-Kabupaten Tulungagung.
Turut hadir perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Gubernur Jawa Timur yang diwakili UPT Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Menteri Koperasi RI yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Henny Navilah.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap pelestarian sejarah serta budaya lokal. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam penguatan karakter kebangsaan dan pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai budaya.
Melalui resepsi adat ini, penyelenggara berharap Hadeging Kadipaten Ngrowo dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan sekaligus sarana edukasi sejarah lokal bagi pelajar dan pendidik. Dengan demikian, generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya dan menjadikan budaya lokal sebagai fondasi penguatan karakter serta identitas kebangsaan.(tim)
