Lakon Babad Wanamarta Jadi Refleksi Kepemimpinan Tulungagung di Tengah Masa Transisi

TULUNGAGUNG – Rangkaian adat Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas tidak hanya diwarnai prosesi sakral jamasan pada pagi hari. Memasuki malam, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Hadeging Nagari Amarta (Babad Wanamarta) yang dibawakan dalang legendaris Ki Kondho Srinanjoyo atau Ki Sun Gondrong di Pendopo Griya Ndalem Kanjengan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Jumat (3/7/2026) malam.

Lakon yang mengisahkan perjuangan Pandawa membangun Wanamarta menjadi Kerajaan Amarta tersebut bukan sekadar pertunjukan seni tradisional. Kisah itu sarat dengan pesan moral tentang kepemimpinan, pengorbanan, kerja keras, serta keteguhan menghadapi berbagai rintangan demi mewujudkan kesejahteraan.

Bagi sebagian masyarakat, cerita tersebut terasa relevan dengan kondisi Tulungagung yang tengah memasuki fase transisi pemerintahan setelah dinamika politik yang terjadi beberapa waktu terakhir. Tantangan membangun kembali kepercayaan publik serta menjaga stabilitas pemerintahan menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi.

Saat ini roda pemerintahan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ahmad Baharudin. Di tengah harapan masyarakat akan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, kepemimpinan pada masa transisi dinilai membutuhkan keberanian, integritas, serta kemampuan merangkul seluruh elemen masyarakat.

Dalam filosofi pewayangan, proses membuka Alas Wanamarta hingga menjadi Negeri Amarta menggambarkan perjuangan panjang melawan berbagai hambatan. Nilai tersebut dipandang selaras dengan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sekaligus menghadapi berbagai dinamika sosial maupun politik.

Masyarakat berharap berbagai perbedaan pandangan tidak menjadi penghambat pembangunan daerah. Sebaliknya, seluruh elemen diharapkan mampu bersinergi demi mewujudkan Tulungagung yang lebih maju, harmonis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pesan utama dari lakon Babad Wanamarta menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negeri tidak lahir melalui jalan yang mudah, melainkan melalui persatuan, keteguhan, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai keadilan dan pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah perjalanan pemerintahan saat ini, masyarakat menaruh harapan agar semangat tersebut mampu menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membawa Bumi Ngrowo menuju masa depan yang lebih baik, bersih, berintegritas, dan sejahtera.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *