CB, TULUNGAGUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PKTP Tulungagung, belum lama ini mempertanyakan soal Pembangunan Rehabilitas Sanitasi Pemukiman Warga Anggaran Belanja Tahun 2019. Pasalnya, dalam pembangunan proyek yang tertulis di Sipede Kemendesa ada dua anggaran yang sama. Akan tetapi pembangunan rehabilitasi sanitasi tersebut hanya satu saja yang terealisasi.
“Kedatangan kami disini (balai desa, red) mempertanyakan proyek Rehabilitasi Sanitasi Pemukiman Warga. Sebab, di Sipede Kemendesa tertulis Dua Anggaran yang Sama,” kata Koordinator LSM PKTP, Susetyo Nugroho saat mendampingi warga setempat kepada Cahaya Baru.
Saat menunjukan Sipede Kemendesa pada kades, lanjut Susetyo Nugroho, yakni Bantuan Keuangan Dari APBK Kabupaten/Kota sebesar Rp 242.367.980, akan tetapi di Sipede Kemendesa anggaran Belanja Pembangunan Rehabilitasi Sanitasi Pemukiman Tertulis Rp 200.000.000. Melihat hal Tersebut, Kades Desa Gesikan, Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, yakni Nurhadi kebingungan dan kemudian memanggil bendahara dan sekdesnya untuk menjelaskan permasalahan tersebut. Karena, menurut kades, dirinya saat itu belum menjabat sebagai kepala desa.
Bahkan, saat Koordinator LSM PKTP ini menanyakan kekurangan uang tersebut ke perangakat desa, justru mereka malah ngotot mengatakan yang diterima dari bantuan APBK Kabupaten/kota kisaran Rp 200.000.000.. Padahal, bantuan APBK tersebut jumlah keselurahan berkisar Rp. 242. 367. 980. Namun, ironisnya, kepada salah satu rekan LSM yang saat itu ikut mengkompirmasikan, mereka justru mengatakan via WhatsApp dan mengakuinya, yakni dana yang Rp 42.367.980 dialokasikan untuk pilakdes.
“Tapi mereka berdalih dana itu dialokasikan untuk dana pilkades. Padahal pada bagian lain dana pilkades kan sudah dianggarkan lewat ADD senilai Rp 60.877.700,” jelasnya.
Masih kata Susetyo Nugroho, pada bahagian lain di Desa Gesikan ini juga menganggarkan lagi Rp 253.004.000, yakni dari dana ADD untuk paket pekerjaan yang sama. Namun saat dirinya menkomfirmasi hal tersebut, pihak desa pun tidak bisa menunjukan realisasi pekerjaaan tersebut. “Aneh kan,” katanya. (rul)
