Operasi Ketupat Semeru , Satlantas Polrestabes Surabaya Paksa 1.622 Kendaraan Putar Balik

CB, Surabaya – Operasi ketupat Semeru 2021 dan larangan mudik, digelar Sat Lantas Polrestabes Surabaya pada 6-17 Mei 2021. Sedikitnya 13 pintu masuk kota dijaga ketat 1622 kendaraan dipaksa puter balik .

Kapolrestabes Surabaya , Kombes Pol Jhonny Edison Isir kepada media di Mako Satlantas, Colombo, menjelaskan, penyekatan dan penghalauan arus mudik tersebut dalam konteks menekan penyebaran virus pandemi Covid-19.

“Dalam melakukan penyekatan di 13 titik pintu masuk Surabaya, kami telah memeriksa 18.985 kendaraan yang didominasii roda dua. 1.622 lainnya kami lakukan untuk putar balik,” terang Kombes Isir.

Selain memeriksa dan melakukan penghalauan terhadap ribuan kendaraan, Kombes Isir menjelaskan pihaknya juga melakukan test swab antigen terhadap 3.873 orang.

“Test Swab antigen tersebut, dilakukan secara acak (random) dan alhamdulillah, hasil dari keseluruhannya negatif,” tambahnya.

Untuk Siskamtibmas, Kombes Isir menjelaskan terdapat penurunan secara keseluruhan sebesar 12,3% dibanding tahun sebelumnya. “Siskamtibmas ada penurunan sebesar 12.3%, selama operasi ketupat ini terdapat tindak pidana Curas 3 kasus, Curat 10 kasus dan Curanmor 10 kasus. Dan saat ini sedang dilkaukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap,” paparnya lebih lanjut.

Sementra dalam pelanggaran Lalu lintas, Perwira asal Papua ini menegaskan ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang mana saat itu adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Ini menjadi evaluasi kami ke depannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih patuh dalam berlalu lintas,” paparnya lebih lanjut.

Meski terdapat masyarakat yang terpapar Covid-19 selama Operasi Ketupat 2021, Kombes Isir menegaskan tidak terjadi lonjakan yang cukup signifikan dan masih dalam relarif standar. “Sebelum operasi ketupat ada sekitar kurang dari 100 orang dan ada yang sembuh. Saat ini jumlah yang terpapar juga tidak lebih dari 100 orang,” ungkapnya.

“Angka standar dari WHO 1 Banding 1000 jumlah penduduk dalam satu minggu. Jadi untuk Surabaya sendiri jumlah penderita jauh di bawah itu,” pungkasnya . ( sis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *