CB, TULUNGAGUNG – Belum lama ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakra, Totok Yulianto, Kambali bersurat ke Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Dalam isi surat kali kedua tersebut, LSM Cakra ingin menanyakan soal perekrutan tenaga guru sukwan yang telah dilakukan oleh SMPN 1 Boyolangu tersebut.
Menurutnya, ada beberapa poin yang dipertanyakan tentang peraturan yang dijadikan dasar hukum soal perekrutan guru sukwan atau sukarelawan tersebut. Diharap, pihak SMPN 1 Boyolangu bisa menjawab dengan jelas. Karena, menurutnya, perekrutan guru sukarelawan itu tak terdapat aturan yang mengatur. Apalagi, surat kali kedua ini tembusannya juga telah dikirim pada Ketua Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (ASN RI).
Akan tetapi, surat kali kedua ini belum dibalas, muncul kabar, yakni pihak SMPN 1 Boyolangu siap ‘buka-bukaan’ perihal sukwan yang ada di SMPN di Kabupaten Tulungagung. Bahkan, pihak dinas sendiri juga menitipkan sukwa-sukwan di sejumlah sekolahan. Tidak itu saja, terkait pemberitaan di cahayabaru.id dan yang diduga dilakukan oknum Bagian Kepegawaian SMPN 1 Boyolangu, anggap pemberitaan-pemberitaan itu ‘ujung-ujungnya uang’. Sungguh ironis memang, kalau ini benar adanya.
“Kalau bicara buka-bukaan sukwan, tak buka semua sukwan di Tulungagung dan dinas sendiri juga titik sukwan. Bahkan dia juga bicara kalau sukwan itu dikejar wartawan tidak ada masalah, dan sukwan itu tidak ada payung hukumnya dan tidak digaji pun juga tidak masalah,” kata narasumber cahayabaru.id menirukan ucapan Kasubag Kepegawaian dan mewanti-wanti tidak disebut jati dirinya.
Terkait ‘ocehan’ oknum Bagian Kepegawaian, (SU), Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Boyolangu Muji Wasono S.Pd, M.P.d mengatakan, bahwa ia tidak tahu menahu. Dan, kalau memang itu benar adanya, maka dirinya bakal memanggil yang bersangkutan untuk diberi pembinaan.
“Selama ini saya kok tidak mendengar itu pak, tapi kalau diluar pernah berbicara seperti itu, berarti itu diluar sepengetahuan saya dan saya tidak pernah memerintahnya. Artinya kalau memang adanya seperti itu, nanti saya luruskan dan akan saya panggil yang bersangkutan untuk diberi pembinaan,” kata Kasek SMPN 1 Boyolangu kepada cahayabaru.id, Rabu (08/12).(rul)
