CB, SURABAYA – Enta kenapa, Suban, Kepala Bidang (Kabid) Lalin Dishub Provinsi Jatim sulit untuk ditemui oleh wartawan yang ingin konfirmasi terkait pengadaan pembangun an VMS mobile di Ruas jalan Surabaya-Malang dan Ruas jalan Surabaya – Pasuruan tahun 2016 diduga tidak berfungsi secara optimal.
Dana APBD sebesar Rp 2.200.000.000,00 hanya berupa wujud dua buah VMS mobile tanpa adanya merk barang yang seharusnya sudah ditentukan sejak awal penanda tanganan kontrak kepada pemenang lelang.
Berdasarkan investigasi dilapangan, ternyata benar beberapa bulan ini keadaan barang tersebut diduga tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,namun barang terse but malah diletakkan didepan masjid. Hal semacam ini meru pakan pembiaran terhadap pelaksanaan pengadaan ba rang VMS mobile.
Suban selaku kabid lalu lintas jalan saat diklarifikasi saat itu dikantornya selalu meng hindar, bahkan ditinggal pergi dan seakan-akan tidak mau memberikan stetmen apapun atau tutup mulut, Bahkan beberapa hari lalu, Suban saat akan ditemui selalu tidak ada ditempat dengan berbagai alasan dan dengan seakan-akan sengaja meng hindar dari pertanyaan warta wan terkait adanya dugaan mark-up harga pengadaan pembangunan VMS mobile tahun 2016.
Wahid Wahyudi selaku Kadishub jatim saat diklari fikasi kelanjutan terkait pem beritaan media Cahaya Baru edisi 59 juga sangat sulit di mintai keterangan tentang adanya pengadaan pemba ngunan VMS mobile tahun 2016,dengan dana anggaran yang begitu besar, Namun wujud barang tersbut berupa VMS mobile seba nyak 2 (dua) unit , hingga berita ini ditu runkan masih belum adanya per kembangan lebih lanjut.

Menurut informasi dari beberapa orang setempat yang dapat diper caya, Suban selaku Kabid Lalin Dishub Jatim sudah tidak asing lagi diduga mem berikan atensi kepada beberapa wartawan yang masuk. Dan diduga ada dananya.
Perlu diketahui, dengan sulit nya para pejabat untuk dikon firmasi terkait dengan adanya dugaan mark-up harga peng adaan pembangunan VMS mobile tahun 2016, malah semakin kuat karena pihak terkait selalu menghindar untuk dikon firmasi, sehingga perlu dipertanyakan da nada apa dengan itu semua.
Anehnya lagi, setelah dua kali diberitakan terkait dugaan penyim pangan pengadaan dua buah mobile tanpa ada merk, ada yang mengaku dari Mabes menghubungi kantor Redaksi surat kabar ini melalui telephone, yang pada intinya mena nyakan soal keberadaan surat kabar CB apakah betul ada wartawan yang namanya sebut saja AG, dan berjanji akan mendatangi kantor Redaksi. Namun sampai berita ini ditu runkan, orang yang meng aku dari Mabes tersebut tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan saat telpon. Bahkan ditunggu sampai seharipun tidak datang…(Angga/bersambung)
