CB, TULUNGAGUNG – Tukang ojek dan Abang becak yang mangkal di Terminal Gayatri Tulungagung, Jumat (23/09), .menyita perhatian banyak orang. Pasalnya, dua orang yang sedang mengais rejeki itu saling adu jotos di lokasi terminal tersebut. Mereka berdua diketahui SP (61) (abang becak, red) dan BB (65) (tukang ojek, red).
Dan, penyababnya, bermula salah paham soal fee. Namum demikian, masalah adu jotos ini langsung ditangani oleh pihak Polsek Tulungagung, yang kebetulan lokasi terminal dengan Polsek tersebut tidak jauh. Keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum, yakni setelah dimediasi pihak Polsek.
Kapolsek Tulungagung Kompol Ernawan SH membenarkan, dua orang itu berhasil dimediasi dan perkaranya sudah bisa didamaikan. Sebab, menurutnya, masalah tersebut hanya masalah kecil alias miskomunikasi saja.
”Hanya miskomunikasi dan mereka sudah kami damaikan. Karena kejadian dan peristiwanya di zona umum, maka materi itu kami tangani dan hasil mediasi pihak polisi, dan keduanya sepakat damai dengan meminta maaf dan surat pernyataan,” kata Kapolsek Tulungagung Kompol Ernawan SH kepada Cahaya Baru di ruang kerjanya, Jumat (23/09).
Usai damai, lanjut pria kelahiran Magetan ini, yakni mereka tidak saling menuntut. Dan, mereka berdua mengakui masalah itu hanya kekilafan sesaat, yakni berawal BB sudah kali ketiga mangkal di zona becak dan mengantarkan penumpang. Tak pelak, kali ketiga itu BB diingatkan SP, kalau dia lagi di zona becak. “Yang pasti mereka sudah kami damaikan,” ujar pria murah senyum ini.
Masih kata Kapolsek, untuk menghadapi kejadian-kejadian sekecil apapun, ia pinta masyarakat untuk tetap disiplin dan saling menghormati serta saling menjaga kondusifitas wilayah.
”Kami merasa berterimakasih pada dua orang ini untuk sepakat damai. Dengan begitu, tidak muncul gerakan solidaritas yang saling memprovokasi atas kejadian tersebut,” ujarnya.(rul)
