Tanah Terus Bergerak Puluhan Orang Mengungsi, Bupati Maryoto Bakal Buka Dapur Umum

CB, TULUNGAGUNG-Lagi, akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam sepekan mengakibatkan sebagian daerah, khususnya di wilayah selatan Tulungagung mengalami musibah bencana alam. Sedangkan bencana yang terjadi itu mulai dari banjir, longsor, tanah retak hingga tanah bergerak.

Kali ini yang mendapat kunjungan Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM akibat bencana alam itu adalah Desa Tanggunggunung dan Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung. Bupati Tulungagung bersama rombongan yang datang di dua lokasi ini karena tanah di dua desa tersebut terus menerus bergerak. Akibatnya, sebagian rumah milik warga mengalami retak-retak dan mengakibat jalan putus.

Akibat tanah yang terus bergerak dan takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, puluhan warga dari dua desa ini pun mengungsi. Dan, dari hasil pantauan Cahaya Baru di lapangan, yakni kisaran 24 jiwa yang terdiri dari 9 KK melakukan pengungsian di Kecamatan Tanggunggunung. Dan, hal tersebut dibenarkan Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM saat berkunjung di tempat pengungsian puluhan warga tersebut.

Bupati Maryoto mengatakan, dalam musim penghujan tahun ini adalah musim ekstrem. Untuk itu, iapun berharap kepada masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada dalam menghadapi musim ekstrem tahun ini.

“Sudah sering kami katakan bahwa program penghijauan dengan membuat sabuk pengaman seperti batas kepemilikan pengerjaan dengan tanaman tahunan ini penting, sebab itu bisa berguna dan bermanfaat bila musim penghujan datang,” kata Bupati Maryoto.

Menanggapi musibah bencana di wilayah Kecamatan Tanggunggunung, dirinya sudah menugaskan BNPB serta Dinas Kesehatan Tulungagung agar segera mengambil sikap.

“Jadi apakah akan adanya dapur umum, nanti itu tugasnya Dinas Kesehatan dan BNPB. Ya kalan memang itu harus ada dapur umum, kenapa tidak,” ujar bupati saat dikonfirmasi para awak media di lokasi pengungsian di Kecamatan Tanggunggunung, Kamis (13/10).

Untuk kondisi tanah, lanjut bupati, pihaknya akan melakukan evaluasi dan setelah itu Pemkab Tulungagung bakal mengambil tindakan.

“Tentu saja harus kita lihat, sehingga kita bisa menentukan apa yang kita perbuat. Kalau disitu kondisi tanah disitu rawan lonsoran, ya mau tidak mau kita harus berpikir lain untuk bisa renovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tanggunggunung Heru saat dikonfirmasi terkait bencana alam yang terjadi di wilayahnya itu menjelaskan, dampak tanah gerak dan tanah amblas itu terjadi di dua desa, yakni Desa Ngepoh dan Desa Tanggunggunung. Camat menyebutkan, untuk Desa Ngepoh ada kisaran 8 rumah yang terdampak dan selain itu tanah amblas yang terjadi di sebelah balai Desa Ngepoh.

Menurut camat, penyebabnya setelah terjadinya longsoran dikawasan perhutani. Sehingga, mengakibatkan gerakan tanah yang ada di sekitar lokasi longsoran, tepatnya dibelakang rumah warga itu.

“Dari hasil ke lokasi kejadia kemarin, sebelum beliaunya bapak bupati berkunjung ke sini, penyebabnya tidak lain setelah terjadinya longsoran di kawasan perhutani itu. Dari longsoran itu, berdampak pada rumah milik warga mengalami retak -retak, tanah amblas dan tanah menjadi bergerak,” jelas camat.(Har)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *