Kirab Pawai Budaya, SMAN 2 Magetan Tampilkan Budaya Kearifan Lokal

CB, Magetan – SMA Negeri 2 Magetan berhasil tampil memukau pada Kirab Pawai Budaya yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan di Ex Distrik Maospati Minggu (25/8/2024).

Terlihat siswa-siswi SMAN 2 Magetan tersebut menampilkan salah satu kearifan lokal yang berada di Wilayah Kabupaten Magetan.

Menurut keterangan Suroso Kepala Sekolah SMAN 2 Magetan, dengan bangga kami menampilkan pawai budaya ini dengan tema ‘Tradisi Dawuhan Sendhang Mudal’ yang menampilkan kearifan lokal.

“Senada dengan tema Kirab Budaya Pemkab Pada Tahun ini ‘Bangga Magetan Cinta Unesa Jaya Negeriku’ dengan bangga kami menampilkan kearifan lokal yang ada di daerah magetan yaitu ‘Tradisi Dawuhan Sendhang Mudal, “kata Suroso.

Suroso membeberkan, Tradisi tersebut berada di Desa Pacalan yang berada di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Mengisahkan seorang putri bernama Roro Kembang Sore yang hidup berbahagia dengan seorang pangeran bernama Lembu Peteng.

Namun, karena ulah pangeran Kalang yang iri dengan kebahagian mereka berdua, lalu si Pangeran pemberontak ini pada akhirnya menghabisi nyawa Pangeran Lembu Peteng.

Hingga pada akhirnya, Roro Kembang Sore ini bersedih lalu mengasingkan diri ke Gunung Lawu dan disana dia bertemu Nyai Nolodipo di daerah Pacalan. Mereka mendirikan masjid lalu memiliki banyak santri. Masjid tersebut diberi nama Kembang Sore atau Al Furqon yang sekarang dikenal dengan masjid Ad Dhuha.

“Nah didekat masjid tersebut ada sumber air yang bernama sendhang mudal yang menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sekitar, sehingga setiap bulan suro masyarakat setempat mengadakan tasyakuran dengan menyembelih 2 ekor kambing dengan harapan sumber air ini tetap lestari sehingga dapat memberi sumber air melimpah untuk masyarakat, “paparnya.

Untuk itu Suroso berharap agar para generasi muda dapat lebih inten mengenal kearifan lokalyang berada di Kabupaten Magetan.

“Selain menjaga kelestarian budaya, ini bisa menjadi tempat bagi generasi muda khususnya di wilayah Magetan untuk menambah wawasan sejarahnya, “pungkasnya.
(Caknan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *