Dorong Ekonomi Perempuan, Desa Plandirejo Gelar Pelatihan Pembuatan Tas Anyaman

CB Blitar – Pemerintah Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar menggelar Pelatihan Pemberdayaan Perempuan melalui pembuatan kerajinan tas anyaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pembinaan perempuan yang dilaksanakan di Balai Desa Plandirejo pada tahun 2025.

Kepala Desa Plandirejo, Agus Prawito, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kaum perempuan desa agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi. “Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai upaya nyata pemberdayaan perempuan, memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Agus, kerajinan tas anyaman dipilih karena memiliki nilai seni, kearifan lokal, serta peluang pasar yang cukup menjanjikan. “Anyaman adalah seni kriya tradisional yang harus kita lestarikan. Selain itu, produk ini juga punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha,” katanya.

Pelatihan pembuatan tas anyaman ini diikuti kaum perempuan di Desa Plandirejo agar lebih kreatif. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pengrajin tas anyaman yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Agus Prawito menuturkan, para peserta dibekali pengetahuan mulai dari teknik dasar anyaman, pemilihan bahan, hingga tips dan trik menghasilkan tas yang rapi dan berkualitas. “Kami ingin peserta benar-benar paham prosesnya, tidak sekadar bisa, tetapi juga menghasilkan produk yang layak jual,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Agus mengapresiasi semangat para kaum ibu  yang mengikuti setiap tahapan dengan serius. “Saya sangat bangga melihat semangat ibu-ibu yang luar biasa. Ini menunjukkan keinginan kuat untuk maju dan berkembang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agus berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Setelah pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu tidak berhenti belajar, tetapi terus berlatih dan berinovasi agar kualitas produk semakin meningkat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal membuka peluang ekonomi produktif di desa. “Kalau dikelola dengan baik, kerajinan tas anyaman ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga dan masyarakat Desa Plandirejo,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Desa Plandirejo berkomitmen mendukung pengembangan produk hasil pelatihan agar menjadi produk unggulan desa. “Kami berharap tas anyaman karya ibu-ibu  ini nantinya mampu bersaing di pasar lokal bahkan nasional, sehingga dapat mengangkat perekonomian desa,” pungkas Agus Prawito.(Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *