Surabaya- Mencuatnya kasus telur rebus berlumuran kotoran ayam untuk MBG di Magetan dinilai sebagai bentuk lemahnya pengawasan.
” Lemahnya quality control pada dapur penyedia yg mengakibatkan telur rebus yg disajikan tidak higenis,”ungkap anggota DPRD Jatim Miseri Efendy, saat dikonfirmasi selasa 24/2/2026.
Politisi Demokrat ini mengatakan kejadian tersebut merupakan tanggung jawab pihak dapur penyedia agar makanan yang diberikan benar benar aman dan layak komsumsi.
“Tentunya untuk menghindari peristiwa serupa perlu ada pengawasan ketat pihak penyedia,”ungkap mantan wakil ketua DPRD Ponorogo ini.
Terpisah, wakil bupati Magetan Suyatni Priasmoro saat dikonfirmasi melalu ponselnya mengatakan adanya peristiwa yang viral tersebut diantaranya pihak SPPG menerima informasi berupa gambar adanya telur yang ada kotoran ayam.
“Namun, ketika ditanya, pemberi informasi tak menjelaskan secara detail langsung tiba-tiba menjadi viral di medsos atas nama Tri Winarsih tersebut,”jelasnya.
Suyatni memastikan selain SPPG tersebut tidak ada laporan lainnya serupa dari 3316 penerima manfaat di SPPG Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.
Unggahan media sosial yang memperlihatkan telur rebus berlumur kotoran ayam dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, memicu kemarahan warganet.
Postingan yang diunggah akun “Info Seputar Lembeyan” memperlihatkan secara jelas noda hitam sisa kotoran ternak yang masih menempel pada permukaan cangkang telur cokelat.
Pengunggah foto, Tri Winarsih, menyampaikan permohonan maaf sekaligus menuntut adanya evaluasi total agar proses kerja petugas lebih teliti dan profesional.(Yudhie)
