CB, Jeneponto – Peduli kebersihan dan keindahan pada lingkungan wilayah kerjanya, Pemerintah Kel. Bontoa Kec. Binamu Kab. Jeneopnto SulSel, Saharullah S S.Com bersama mahasiswa KKN INTI Jeneponto menggelar kerja bakti yang kali ini di lingkungan Bungkeke, Kel. Bontoa Binamu pada Jumat, 15 Mei 2026.
Perlu diketahui, bahwa kegiatan Jumat bersih bukan baru kali ini dilakukan oleh pihak Kelurahan Bontoa, tetapi sudah menjadi bagian dari program utamanya yang selain mengindahkan anjuran Presiden dan Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir SE MM, juga bagi Saharullah selaku Lurah Bontoa, sudah bagian dari programnya mencintai lingkungan bersih dan indah terpandang di mata publik.
Olehnya itu Lurah, Saharullah sejak resmi menjabat sebagai Kepala Kelurahan Bontoa, maka sejak itu juga dilaksanakannya secara rutin setiap hari Jum’at, melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan selokan selokan air dan lain lainnya, dengan jadwal bergilir dilakukan di setiap wilayah lingkungan, demi terciptanya kebersihan, keindahan di lingkungan wilayah kerjanya.
Sejalan dengan itu, Lurah Bontoa, Saharullah, S.S,Kom mengucapkan banyak terimakasih kepada para stap, kader posyandu, para Kepala lingkungan serta adek-adek mahasiswa KKN INTI yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti pada Jumat bersih saat ini.
Kegiatan kerja bakti yang rutin ini dilaksanakan secara bergiliran pada wilayah lingkup perlingkungan pada setiap hari Jumat, tak lain adalah bertujuan untuk mencegah tumpukan sampah dan terjadinya banjir serta menciptakan lingkungan bersih, sehat dan terpandang indah.
Setelah usai melakukan kerja bakti, dilanjutkannya dengan ngopi bareng sambil berdiskusi membahas tentang apa-apa saja yang akan menjadi problem pada kebutuhan masyarakat Kelurahan Bontoa kedepannya.
Sekaitan dengan itu, Kepala lingkungan Bungkeke, S dg Ngawing menyampaikan ada beberapa hal terkait penyebab tersumbatnya air di selokan dan juga berbagai keluhan warga di wilayah lingkungannya.
Dikatakannya, bahwa penyebab tersumbatnya selokan saluran air disebabkan, oleh karena kurangnya kesadaran masyarakat, sehingga membuang sampah di sembarang tempat dan terkait adanya beberapa keluhan warga yang dialami saat ini, adalah termasuk banyaknya masyarakat yang betul-betul layak untuk mendapatkan bantuan pemerintah, namun tidak diberikan.
Hal itu disampaikannya, karena menurutnya, pada khususnya di lingkungan Bungkeke warga binaannya banyak janda, duda atau tergolong miskin namun tak pernah mendapatkan bantuan pemerintah. Ungkapnya. (Hamzah Sila).
