CB, Tulungagung – Sudah menjadi kuwajiban, setiap manusia memiliki rasa kepedulian dan saling membantu terhadap mereka yang kurang beruntung. Tentunya, membangun budaya kepribadian positif ini perlu adanya penggerak yang berkelanjutan dan dikemudian hari bisa meringankan beban para kaum dhuafa. Untuk itu, gerakan warga budaya peduli sesama ini sudah seharusnya dibangun muali dini.
Dan, maraknya kaum dhuafa yang ditelantarkan maupun dari keluarga kurang mampu, membuat Pemkab Tulungagung prihatin dan dengan tanggap melakukan perhatian serius. Hal ini dilakukan setelah pihak pemkab mendapat laporann dari bawahannya, yakni para camat yang mendapat laporan langsung dari kades/lurahnya.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Kota Tulungagung, yakni sedikitnya 47 kaum dhuafa kurang mampu atau ditelantarkan yang butuh perhatian serius. Hal ini diketahui setelah para lurah mendapat laporan warga dan langsung melakukan pendataan. Setelah pendataan, para lurah ini pun melaporkan ke camat dan Camat Kota Tulungagung melaporkan pada Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE. Msi.
Melihat kondisi seperti ini, bupati langsung merespon positif dan mengalokasikan anggara dana APBD untuk kaum dhuafa tersebut. Sedangkan anggaran untuk kaum dhuafa ini kisaran Rp.8 jutaan dan diperuntukkan non fisik setiap RT nya. Selain diperuntukkan biaya hidup rutin para kaum dhuafa, dana tersebut juga dipergunakan untuk sosialisasi ke warga serta makanan tambahan balita. Untuk itu, para RT diharuskan memberi laporan yang jelas dan rinci.
‘’kalau tidak kita yang peduli, siapa lagi toh mas. Jadi, kami sangat berharap gerakan warga harus dibangun, karena mereka mereka sangat membutuhnya dan kondisinya sangat memprihatinkan. Kasihan betul mereka,’’kata Camat Kota Tulungagung Pudji Astuti SH, pada CB.
Bapak bupati, tambah camat yang memiliki perawakan kalem ini, juga mempunyai gagasan upaya membangun sebuah rumah panti di Tulungagung. Sebab, selama ini, Kabupaten Tulungagung belum memiliki panti sendiri. ‘’Semoga saja niat mulia beliaunya segera terealisasi,’’paparnya. (had)
