CB, Tulungagung – Sabar dan selalu menerima dengan rasa syukur pemberian sang pencipta, adalah kunci menuju kesuksessan. Begitulah yang terlihat pada sosok Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE, MSi, dalam menjalankan amanah sebagai bupati kurun lima tahun terakhir ini. Apa yang dilakukannya tak lepas dari rasa tanggungjawabnya sebagai pemimpin dan semua itu dia jalani semata-mata karena ibadah.
Dan, bila melongak motto Kabupaten Tulungagung, yakni Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto tak hanya sekedar slogan belaka. Dalam mottonya itu, jelas mengandung makna yang berarti dan tentunya dibuktikan dalam lima tahun terakhir selama dirinya menjabat. Alhasil, situasi aman dan kondosif pun terbukti jelas dalam era kepemimpinannya.
Kepribadiaanya yang sahaja serta menonjolkan khusnudhon (berprasangka baik terhadak semua orang, red), membuat banyak masyarakat yang simpatik padanya. Apalagi, diera kepemimpinannya, yakni bapak 4 anak dari 3 laki-laki dan 1 perempuan ini tak pernah ada gejolak selama dirinya menjadi orang nomor satu di Kota Marmer.
Tentu saja, di era kepemimpinan mantan anggota dewan Propinsi Jawa timur tersebut tak bisa dipandang dengan sebelah mata. Sikap santun, sabar, berjiwa besar serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan amanah membuat masyarakat ‘gandrung’ padanya. Hal ini, tak lepas wujud seorang pemimpin yang juga bisa menjadi sosok figure seorang bapak bagi rakyatnya.
Bahkan, tak satu pun dari keluarganya yang ikut andil dalam kebijakannya maupun terlibat bermain proyek. Karena, semua ini, dirinya ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dari kendali keluarga serta ingin terwujudnya pememrintahan yang bersih dan berwibawa.
Untuk itu, bila dalam pilada nanti dirinya mendapat amanah rakyat kembali, ia akan tetap menjalankan amanah semakin lebih baik lagi. Menurutnya, Tulungagung lima tahun kedepan dirinya berjanji akan l ada perubahan signifikan, yakni terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang digenjot. Semua itu, tak lain, upaya menopang ekonomi rakyat yang semakin sejahtera.
Untuk itu, dirinya tetap optimis dan tentunya akan tetap berupaya semaksimal mungkin bisa mewujudkan, yakni demi Tulungagung tercinta yang juga kota kelahirannya itu. ‘’Jujur, jauh sebelum menjadi bupati, saya sudah punya cita-cita ingin mewujudkan Tulungagung semakin lebih baik lagi,’’kata Syahri Mulyo pada CB.
Semua itu, lanjut pria berkacamata ini, pastinya kembali pada kehendak sang pencipta soal sukses dan tidaknya seseorang. Untuk itu, dirinya tetap selalu berdoa dan memohon agar kembali meraih kesuksessan dalam pilkada serentak Juni 2018, nanti. Tapi, bila tuhan punya kehendak lain padanya, dia pun bakal menerima dengan lapang dada.
Tak heran, dalam sidang terakhirnya, yakni dalam Sidang Paripurna dirinya pun telah pamitan dan menyampaikan permintaan maaf dihadapan anggota dewan. Permintaan maaf itu tak lain bila ada kekurangan maupun kesalahan selama menjabat. ‘’Kalau memang nanti tuhan berkehendak lain dan siapa saja bupati yang terpilih, saya hanya berharap Tulungagung tetap Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto,’’ujar bupati penghobi ngetril ini.
Selama menjabat sebagai Bupati Tulungagung, yakni Syahri Mulyo telah melakukan berbagai inovasi demi mewujudkan Tulungagung semakin lebih baik. Bahkan, pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan telah dirasakan betul oleh masyarakat Tulungagung pada umumnya. Tak heran, lima tahun menjabat segudang prestasi dari propinsi, pusat hingga se-Asian pun diraihnya.
Prestasi yang diraih Syahri dari Tahun 2013 sampai 2017, yakni Penghargaan Piala Adipura Tahun 2013 dan 2015, Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2013 dan 2015, Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2013, 2014, 2014, 2015 dan 2016, Penghargaan Juara III Bidang Pealayanan Penanaman Modal 2013 dan 2015, Pengaharagaan Pneilaian Kinerja Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PK-PD) 2014, Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2014, Publik Bidang Jasa Non Medis 2015 serta Penghargaan Pemecahan Rekor Muri Pecel Lele Terbanyak 2015.
Penghargaan SAKIP dengan Predikat Nilai B, Penghargaan Penilaian SAKIP Sangat Baik 2016, Penghraan Top 99 Gelar Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional 2016, Penghargaan Top 12 Stand Terbaik Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016, Penghargaan Indonesia Migran Worker Award 2016, Pengharagaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha 2016, Penghargaan Wajar Tanpa Pengkecualian (WTP), Penghargaan Desa Tangguh Bencana 2016, Penghargaan Dana Rakca 2016, Penghargaan Dana Insentif Daerah (DID) dan Anugrah Dana Rakca 2016 serta Penghargaan kepada Bupati Tulungagung sebagai Daerah Inovatif 2016.
Dan, Penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016, Penghargaan Govermment Marketers Award 2016, Penghargaan ata Kepedulian pada Program P4GN 2016, penghargaan dari BPOM RI terkait kemandirian Pmerintah Daerah 20116, Penghargaan The 4th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) 2017, Penghargan Satya Lancana Pembangunan di Bidang Koperasi dan UKM 2017, Penhargaan Bhakti Koperasi dan UKM 2017, Penghargaan Inagara Award 2017 serta Penghargaan Bupati Entrepreneur Award 2017.(had)
