CB, TUBAN – Kebersihan adalah bagian dari iman, begitulah sebuah hadist menyebutkan. Namun, ironisnya, Kabupaten Tuban yang kerap menyandang sebagai kota bersih, yakni penghargaan Adipura terkesan hanya sebuah slogan belaka. Ini jelas bertolak belakang dengan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat pada kota yang memiliki nama Bumi Wali ini.
Apalagi, penataan pendukung mendapat penghargaan terlihat dibiarkan begitu saja tanpa adanya penataan serta perwatan maksimal. Padahal, perawatan lingkungan itu telah menggunakan uang rakyat. Akan tetapi di pintu utara Pendopo Krido Manunggal Tuban itu masih terlihat kotor serta terkesan kumuh. Hal ini sangat m emalukan
Karuan saja, pemandangan di pendopo tersebut sangat merusak pemadangan yang tidak pernah sepi dari para peziaroh di makam sunan bonang itu. Sudah seharusnya pemkab setempat mampu dan bisa menjaga nama harum Kota Tuban lebih bersih lagi yakni mulai dari lingkungannya, kotanya serta bersih hatinya. Naumun, malah sebaliknya, Pemerintah Kabupaten terlihat tutup mata serta bangga dengan cibiran.
‘’Sangat disayangkan, Tuban adalah kota singgah para wisatawan yang setiap hari tidak pernah sepi dari pengunjung. Akan tetapi keberadaan pendopo yang berada ditengah kota tentunya ada perawatan bukan malah dibiarkan kumuh dan jorok seperti itu,’’kata Kasmini waga desa Sumberagung Kecamatan Plumpang usai ziaroh di makam sunan bonang dengan senyum sinis.
Apalagi, lanjutnya, utara pintu pendopo adalah jalur lalu lintas yang sering dilewati para pengguna jalan dari berbagai penjuru. Tentunya, hal ini sangat disayangkan bila keberadaan sampah di pendopo tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan serius. ‘’Bagaimana bisa Kota Tuban dapat acungan jempol, kalau kebersihan di pendopo saja seperti itu,’’ujarnya. (Jok)
