CB, TUBAN – Selain miliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, yakni Kabupaten Tuban juga memiliki banyak tempat wisata bernuansa riligi. Tak pelak, banyak pengunjung datang dari berbagai daerah ingin menggali sejarah lebih dalam di kota yang melekat dengan sebutan Bumi Wali ini. Maka, dengan banyaknya pengunjung yang hijrah ke Tuban tentu roda ekonomi pun terus berjalan.
Makam Sunan Bonang misalnya, setiap harinya tak pernah sepi dari pengunjung walau hanya sekedar ziaroh. Mereka, para peziaroh, datang dari berbagai luar kota yakni dari Kota Tulungagung, Kediri, Jombang, Malang, Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Barat dan tidak sedikit pula peziaroh luar jawa yang sekedar berdoa serta mencari berkah di makam walliyulloh, tersebut.
Namun, ironisnya, keberadaan abang tukang becak yang keseharian mangkal diparkiran sepanjang sekitar Aloon-aloon Tuban ini membuat resah pengguna jalan lainnya. Pasalnya, para abang becak dalam menjalankan aktifitanya terlalu ugal-ugalan. Mereka, tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan lainnya dengan menagyuh becaknya sangat kencang.
Akibatnya, sejumlah pengguna jalan lainnya pun sering adu mulut dan nyaris berkelahi dengan abang becak itu. Para abang becak yang mengangkut peziaroh di makam sunan bonang tersebut tak pernah memberi kesempatan sedikit pun bagi pengguna jalan yang lain. Saat diinggatkan supaya tidak ugal-ugalan saat mengayuh becaknya, mereka malah marah-marah.
Lebih ironis lagi, mayoritas para abang becak ini ‘membawa’ senjata tajam (sajam) dalam menjalankan aktifitasnya. Bila hal ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan hal buruk akan terjadi dan tentunya akan merugikan bagi penziaroh sendiri. Untuk itu, perlu adanya penataan ulang maupun operasi sajam dari pihak-pihak terkait.
‘’Saya pernah melihat sendiri para abang becak itu membawa sajam jenis sabit dan celurit. Mereka menyelipkan celuritnya dan sabit itu dalam sadel becaknya,’’kata sejumlah warga disekitar makam sunan bonang kepada CB.
Selain itu, lanjutnya, mereka juga memasang tape rekorder dan membunyikan tapenya dengan sangat kersa. Sehingga, warga disekitar parkiran pun tak nyaman dan terganggu dengan prilaku para abang becak ini. ‘’Mereka itu tidak pernah berpikir dan malah terkesan ugal-ugalan. Bahkan, ketika ditegur, malah menujukkan arogansinya,’’jelasnya. (Jok)
