CB, Mojokerto – Tugas Polri dalam menciptakan situasi yang kondusif menjelang diadakannya pesta demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran serta masyarakat. Opini yang terbentuk saat ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan media sosial baik dari facebook atau Tweeter. Dan keberadaan berita online pun tidak bisa dipungkiri sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan berita ter update atau terbaru yang terjadi di sekitar kita.
Dengan berbagai kemudahan yang didapatkan oleh masyarakat muncul juga kekhawatiran akan berita yang di beritakan bukanlah berita yang sebenarnya alias “HOAX”. Berita tersebut dibuat hanya untuk kepentingan pribadi oknum yang tidak bertanggung jawab dan juga berpotensi dapat mengganggu suasana yang kondusif menjelang pilkada serta menimbulkan konflik antar golongan.
Melihat fenomena tersebut Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos, S.I.K, M.H dalam kesempatan pada upacara bendera yang dilaksanakan di SMAN 1 PURI, Senin pagi (12/3/2018) mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk melawan berita Hoax yang beredar di medsos maupun media berita online yang lainnya.
Selesai upacara AKBP Leo mengajak seluruh peserta yang hadir untuk membaca Deklarasi Anti HOAX, Anti SARA, Anti Ujaran kebencian dan juga bersama – sama untuk mendukung tugas Kepolisian dalam memberantas berita HOAX yang beredar.
“Pandai – pandailah dalam menerima berita di media sosial, tanyakan dulu kepada orang yang pertama kali membagi berita tersebut apakah itu berita nyata atau hanya sekedar cerita yang dikarang untuk kepentingan pribadi suatu golongan” Tandas AKBP Leo.
“Saya juga berharap dengan deklarasi ini situasi di wilayah Mojokerto dalam menghadapi Pilkada serta Pilgub 2018 dapat selalu dalam keadaan aman dan kondusif ” pungkas Kapolres dalam acara tersebut. (Febe Ertin)
