CB, GRESIK – Berawal dari adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh pihak SMPN 2 Cerme Gresik, terhadap seluruh siswa kelas 7 dan kelas 8 guna pembangunan toilet dan mushola di sekolah tersebut.
Awak media langsung mengklarifikasi lebih lanjut ke Mahin selaku Kepala Dispendik Gresik, senin (19/3), melalui Seluler, Mahin mengaku tidak mengetahui terkait adanya pungutan tersebut, bahkan Mahin malah menanyakan balik ke Awak Media kronologi munculnya Pungutan itu.
“tolong sampeyan ceritakan kronologinya dulu, jangan tiba-tiba mengatakan itu Pungli,” kata Mahin saat di konfirmasi awak media, senin (19/3).
Bahkan Mahin menuding nara sumber wali siswa ataupun siswa tidak bisa dipertanggung jawabkan,
“siapa nara sumber-nya, yang jelas,” singkat mahin sesaat sebelum menutup Ponselnya.
Ditempat terpisah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik, Natsir menyebut jika Dispendik Gresik mengetahui hal tersebut dan Sekolah melakukan Pungutan itu karena tidak mendapat anggaran untuk pembangunan dari Pemda, tudingan itu agaknya kurang tepat, pada 2017 bidang Pendidikan Gresik mendapat kucuran Rp.4.5 Milyar Dana alokasi khusus bidang pendidikan SMP dengan kode rekening 1.01.1.01.18.13.
Selain itu pada tahun 2017, Dinas pendidikan juga menerima DAK Bidang sekolah Dasar sebesar Rp.10.1 Milyar, Bantuan keuangan dari Provinsi senilai Rp.565 juta dan Dana Insentif daerah sebesar Rp. 35.7 Milyar.
Ditempat terpisah, SMPN 2 Cerme melalui Wakil Kepala Sekolah, Afif, membenarkan adanya Pungutan tersebut, pihak Sekolah Mengklaim jika hal itu merupakan upaya Komite Sekolah untuk memenuhi Sarpras, “untuk pembangunan murni Komite Sekolah, kelas 7 dan 8 masing-masing Rp.500 ribu,” paparnya. (Harry)
