Semakin Edan, Proyek JUT Pandanan Pakai Material Bekas Dan Berpotensi Ambles

CB, Gresik – Pada pemberitaan sebelumnya, proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2017 Desa Pandanan, Duduksampeyan, Gresik diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Dari pantauan awak media di lokasi, selain menggunakan bahan material Cor Beton dan Lempengan Beton bekas. Kali ini awak media menemukan fakta baru yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar, hal itu terlihat dari longsornya sebagian tanah yang menahan tumpukan cor beton dan lempengan beton bekas.

“saya kalau lewat sini itu kadang kawatir mas, takutnya sewaktu – waktu betonnya ambles. Itu sampean lihat sendiri di pinggir – pinggir, banyak tanahnya yang sudah ambles (longsor) kelihatan bolong,” keluh warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Proyek dengan anggaran Rp.180 juta tersebut tertulis di RAB dengan panjang 475 meter dan lebar 1.5 meter, dengan tumpuan urugan material sertu badan jalan selebar 2 meter dengan ketebalan 15 cm dan 25 cm diatasnya lalu dicor beton setebal 15 cm dan dibatasi list semen (latasi) selebar 1 cm.

Namun hasil pantauan di lokasi Kamis (29/3) sangat jauh berbeda dengan RAB Proyek JUT tersebut , ada sekitar 150 lempeng beton bekas dengan panjang 1.5 meter dan lebar 50 cm yang biasanya dipakai untuk menutup gorong-gorong dan terlihat di pasang berjajar di atas jalan usaha tani tepat di tengah titik panjang jalan tersebut, dan disambung dengan cor adonan manual yang dicampur dengan batu koral.

Selain itu, Spesifikasi urugan sertu pada RAB yang ditanda tangani oleh PPK Desa Pandanan, Abdul wahab, tertera volume 142.50 kubik dengan nilai total Rp.36.2 juta setelah ppn, pada pekerjaan begisting dengan volume 118.75 M2 dengan nilai total Rp.26.2 juta. Namun faktanya, tidak ada urugan sertu di samping cor beton justru banyak banyak tanah yang longsor.

Pada pekerjaan Cor beton dengan volume 106.88 M3 Rp.103.25 juta dan biaya operasional sebesar Rp.2.5 juta ditambah Pph 1,2,3 total Rp.179.99 juta dan dibulatkan menjadi Rp.180 juta.

Penguasa pengelolaan keuangan Desa Pandanan, Abdul Wahab saat dikonfirmasi seputar pasangan bahan material yang berbeda dipergunakan pada pembangunan jalan usaha tani tersebut mangatakan, “saya sedang nyetir mas,” kata Kades (Harry/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *