Kapolda Sumsel : Teroris Menilai Sumatera Selatan Daerah Yang Aman Untuk Bersembunyi

CB, Sumsel – Solihin, salah satu dari 13 terduga teroris yang berhasil diamankan Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme Polri di Sumatera Selatan, saat diperiksa pihak kepolisian ternyata mengaku baru enam bulan mendirikan kamp pelatihan di Sumatera Selatan.

Kamp pelatihan yang didirikan Solihin di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan digunakan untuk merekrut dan melatih anggota baru untuk menjadi seorang teroris. Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Warga di sekitar kamp pelatihan yang berpendidikan rendah direkrut Solihin untuk dilatih menjadi eksekutor aksi teror.

Warga sekitar tidak ada yang mengetahui jika Solihin merupakan buronan kasus terorisme yang sedang dikejar Densus 88 AT Polri. Solihin membuat pesantren di daerah tersebut untuk memuluskan penyamarannya.

Kapolda Sumsel mengatakan, Sudah 9 orang ditetapkan sebagai tersangka. Keterlibatan mereka ini  menyembunyikan pelaku teroris yang sudah jadi DPO Densus 88.

Selanjutnya, Mantan Kapolda Riau ini menambahkan, Solihin lari ke Sumsel setelah kamp pelatihan terorisnya yang berada di wilayah Poso, Sulawesi Tengah, digerebek polisi. Karena kamp mereka rusak di Poso, akhirnya mereka membuka di Sumsel. Ada juga surat jual beli tanah, mereka ingin memperluas areal kamp latihan.

Solihin dan kelompok teroris menilai Sumatera Selatan sebagai daerah yang aman untuk dijadikan tempat persembunyian mereka.

Jenderal bintang dua ini juga mengatakan, Kelompok ini (teroris) biasanya cenderung tertutup. Warga juga harus berperan aktif, kalau ada pendatang mencurigakan apalagi sering ada perkumpulan dan tertutup segera melapor. (Febe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *