CB, SUMENEP – Media elektronik yang dimiliki pemerintah daerah Sumenep dalam menyajikan seputar kegiatan informasi Pemkab Sumenep dan hiburan bagi warga Sumenep, bertahun tahun bergelora di hati mereka. Bahkan sejak berada di bawah naungan Diskominfo Kabupaten Sumenep Radio tersebut semakin jaya dan dibangun dengan bangunan yang sangat megah bertingkat serta besar.
Disamping program siarannya di susun dengan sangat rapi termasuk bidang pendidikan tentang keagamaan dan budaya Sumenep sangat pas dihati masyarakat. Bahkan Radio ini paling banyak digandrungi dan menjadi idola, karena pernah mengantarkan Fansnya ke akademi Indosiar seperti Irwan dan Firdaus, bahkan calon calon berikutnya sudah digembleng di acara show Radio RGS FM setiap hari minggu.
Namun sayang sekali sejak 3 januari 2018 Media elektronik ini yang juga merupakan sumber kebutuhan masyarakat Sumenep di lumpuhkan total Oleh pemerintah setempat berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Sumenep yang memerintahkan UPT. Media Center agar tidak mengoprasionalkan/menghentikan siaran Radio. Dengan demikian sejak hari senin itu RGS FM Sumenep sudah lenyap suaranya di masyarakat Sumenep. Sementara kalangan masyarakat Sumenep bertanya tanya kemana Suaranya RGS FM, apalagi seorang penyiar Radio yang sudah di kenal Bang YUYUD. MUSLIM sempat dicerca pertanyaan papertanyaan baik lewat Hanphone mau yang ketemu langsung bagaimana nasib RGS FM Kedepan, apakah mau ditutup seterusnya? Bang Yuyud Muslim tidak bisa berkomentar.
Kepala UPT. Media Center Lutfi ketika ditanya Media Cahaya Baru hanya bisa berkomentar mematuhi perintah atasan yakni surat yang diterbitkan oleh Kadis kominfo H.Kusman Hadi tersebut.
Sebagian warga Sumenep yang tahu membangun RGS FM dulu tidak mudah bahkan banyak menggunakan anggaran anggaran APBD yang di keluarkan demi mewujudkan harapan masyarakat.
Tapi kenapa sekarang ini pemerintah Daerah Sumenep harus lmenghentikan siaran radio. Padahal RGS FM satu satunya Radionya orang Sumenep, Radionya yang menjadi idola dan dambaan masyarakat Sumenep. Tegasnya salah seorang warga yang tak mau menyebut namanya mengharap pada pemerintah Sumnep agar di normalkan kembali onair kembali.Justru RGS FM Harus dibikin maju bukan di matikan seperti sekarang ini.
Kemarin saat ditemui wartawan Cahaya baru diruang kerjanya Kepala Dinas Diskominfo H. Kusman Hadi mengatakan,” bahwa dimatikannya RGS FM atas dasar Disposisi Bupati Sumenep. Juga kedepan RGS FM supaya di kelola oleh pihak swasta,” ujarnya. (nay)
