CB, Karawang – Panen terus berlangsung di seluruh nusantara. Rabu (24/1) di Tanjungpura, Karawang Barat para petani mulai melakukan panen padi seluas 13 Ha. Yang menarik, panen kali ini terasa lebih istimewa dengan hadirnya salah seorang anggota DPR RI Komisi VI Rieke Dyah Pitaloka.
Rieke tampak menemani dan menyaksikan para petani yang tengah memanen padi varietas Ciherang dan IR 42 yang ditanam di hamparan 323 Ha di Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat ini.
Omih Komalasari, salah satu wanita tani di wilayah itu mengaku pada musim panen kali ini hasil yang diperolehnya lebih tinggi dari biasanya. “Ini panennya lagi bagus, bisa lebih dari 4,2 ton/Ha dengan bibit bantuan dari pemerintah” ujarnya.
Omih pun mengaku hasil yang didapatkan bersama suaminya selama menjadi petani mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. “Alhamdulillah hasilnya bagus, bisa untuk kebutuhan rumah tangga, untuk makan, sekolah anak. Semua dari hasil jadi petani asli” tambahnya.
Wanita yang mengaku sudah menjadi petani sejak kecil ini pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas bantuan yang pernah dirasakan khususnya dengan adanya pengaturan irigasi sehingga pembagian air antar petani menjadi lebih baik. “Sekarang bisa tiga kali tanam, karena sekarang ada air irigasi dari pemerintah. Kalau tidak ada air dari pemerintah susah karena cuma menunggu hujan” lanjutnya.
Omih menambahkan, dirinya gembira dengan kondisi saat ini dimana harga gabah sedang tinggi. “Ibu seneng jadi petani, khususnya kalau lagi gini, pas padi lagi mahal, kan jual bisa lebih mahal jadi dapet duit lebih” ungkap Omih sambil tertawa.
Saat berbincang dengan para petani, Rieke yang masuk dalam komisi yang membidangi industri, investasi dan persaingan usaha ini kembali menyampaikan sikap dan mendorong agar Perum Bulog kembali meningkatkan daya serap gabah petani.
Petani di wilayah Karawang sendiri sebagian besar masih menggunakan benih padi varietas Ciherang. Sedangkan, kini telah ada benih padi varietas baru yang lebih berkualitas yaitu Inpari. Oleh karena itu, sebelum panen, Rieke bersama Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Yanuardi serta Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Antarjo Dikin sempat memberikan bantuan benih Inpari 33 yang merupakan varietas unggul baru tahan wereng batang cokelat di Kecamatan Majalaya.
Menurut data produksi beras di Jawa Barat pada bulan Januari hingga April 2018 total luas panen mencapai 778.992 Ha sehingga perkiraan produksi gabah dengan rata-rata produktivitas 5,29 ton/Ha mampu mencapai 4.152.607,68 ton dan perkiraan hasil produksi beras sebanyak 2.605.346 ton.
Jika dibandingkan dengan jumah penduduk Jawa Barat sebanyak 47 juta orang dan asumsi konsumsi beras 10 kg/bulan/orang maka kebutuhan beras di Jawa barat adalah 470 ribu ton/ bulan. Maka, hasil panen dari Januari hingga Maret 2018 sebanyak 2,6 juta ton tersebut mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama lebih kurang 5,5 bulan. (Ertin Primawati)
