CB, SURABAYA – Program Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) adalah kegiatan Padat Karya untuk program perbaikan,rehabilitasi atauq
peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta yang dilaksanakan oleh HIPPA, P3A atau GP3A atau IP3A. Kemudian dalam hal penerimaan P3TGAI merupakan HIPPA/P3A yang disahkan Kepala Desa serta pembentukanya harus berbadan hukum dengan akta notaris.
Pelaksanaan P3TGAI difokuskan pada daerah jaringan irigasi kecil kurang dari 150 ha khususnya jaringan irigasi tersier.
Program Padat Karya yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang pelaksanaan melalui BBWS Brantas Dirjen SDA, dimana P3TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi domistik sebagaimana termuat dalam program nawacita. melalui pemberdayaan masyarakat petani dan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringa irigasi secara partisipatif.
Masyarakat petani senang dengan adanya program ini, sebab selain membangkitkan jiwa kegotong royongan yang sesuai dengan jiwa nenek moyang kita jaman dulu. Manfaat lain program padat karya yaitu dengan uang yang beredar di masyarakat penerima program diharapkan bisa meningkatkan perekonomian khususnya masyarakat petani.
Pelaksanaan P3-TGAI, masyarakat petani (HIPPA/P3A) didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat untuk bisa mengakomodir dari sisi perencanaan dan perhitungan volume serta RAB, musdes dan pelaporan serta foto dokumentasi.
Mudah-mudahan lahan pertanian yang subur kedepan tidak cepat berubah tata guna dari pertanian ke industri atau perumahan. Hasil Pelaksanaan P3TGAI khususnya saluran tersier, petani tidak khawatir kehilangan air kemudian pemakaian airnya lebih bisa ditata lebih baik lagi.
Mahmudi S.T M.T selaku PPK Op SDA 1 Balai Brantas mengatakan “Dengan adanya P3TGAI Kemakmuran kehidupan para petani semakin maju karena permasalahan kekurangan air yang bisa mengairi sawahnya teratasi, lebih termonitor vandalisme pemakaian air sesuai kebutuhan, Debit air yang dambil dari intake saluran primer ke sekunder, kemudian diistribusikan ke saluran tersier, Saluran tersier sebagian besar masih belum ada pelindunganya atau masih berupa tanah sehingga banyak kehilangan air dan sering kali konflik untuk distribusinya., dengan adanya program P3TGAI diharapkan petani sudah sudah tidak pusing lagi masalah kekurangan air “semoga niatan baik ini Allah SWT melindung serta memberi rahmad kita semua”. Melalui media mudah – mudahan generasi muda tertarik pada pertanian. Demikian saat diwawancarai wartawan Media Cahaya Baru di ruang kerjanya. (erni)
