CB, SURABAYA – Di Jawa Timur kasus Demam Berdarah Dengue(DBD) Masih terkendali bahkan jumlahnya cenderung menurun.Walau demikian masyarakat tetap harus hati hati , karena keterlambatan penanganan penyakit DBD bisa berakibat fatal.tren data selama 5 thn terakhir terlihat cenderung menurun.
“Penyakit Karena trauma meningkat menjadi 13% yang semula hanya 7% ,Karena Penyakit Tidak Menular naik yang dulunya 37 % menjadi 57 % , yang menurun Penyakit yang Menular dari 56 % menjadi 30% ,Apa artinya?semua itu di karenakan Masyarakat Jawa Timur semakin mengerti dalam mengatasi dan menangani penyakit menular.kalau di lihat dari penyakitnya berkurang tapi masih ada seperti Difteri, kusta, HIV termasuk Demam Berdarah tapi Demam Berdarah sendiri sudah semakin menurun “Kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso di ruang kerjanya hari selasa tgl 24-04-2018.
Penanganan DBD(Demam Berdarah Dengue) di Jawa Timur cukup terkendali, masyarakat pun mulai memahami penanganan terhadap DBD.Para Walikota / Bupati juga menggalakkan program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) .Guna menekan kasus Demam Berdarah menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dengan melakukan PSN agar tidak timbul jentik nyamuk. Progam Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan Pramantik (Pramuka Pemantau Jentik) Dengan adanya ketiga progam itu penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) semakin menurun.Alhamdulilah dengan adanya angka penurunan penyakit Demam Berdarah ini harus tetap di pertahankan.Tambah Kohar Hari Santoso selaku Kadinkes Jatim. (er)
