LPB Gandeng Tim Ahli, Uji Material Proyek Pembangunan Pasar Desa Suci

CB, Gresik – Dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pada proyek pembangunan pasar di Desa Suci nampaknya akan menemui titik terang, pasalnya Ketua LSM LPB, Novantoro berencana akan mendatangkan tim ahli dari salah satu Universitas ternama guna melakukan cek fisik pada proyek senilai Rp.345 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2017 itu.

Menurut Novan, Sebanyak sembilan orang tim ahli yang nantinya turun itu, langsung dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok tim peneliti, pemeriksaan forensik fisik bangunan dan pemeriksa manajemen penggunaan anggaran.

Rencananya, mereka akan memeriksa fisik bangunan dan manajemen selama sehari penuh. “Kami mendatangkan tim ahli ini untuk memastikan dan mengecek seluruh kondisi fisik bangunan dan manajemen beserta dokumen anggarannya,” terang Novan.

Sementara, Ketua Tim yang berhasil dihubungi menjelaskan jika dalam pemeriksaan hari itu, tim melaksanakan pemeriksaan forensik bangunan diantaranya pemeriksaan struktur bangunan dan cor, volume, dan kualitas bangunan serta pemeriksaan manajemen pengelolaan pembangunan.

“Hasil pemeriksaan forensik bangunan dan manajemen akan kami kumpulkan hasilnya akan kami ujikan ke laboratorium. Karena kami sifatnya hanya penelitian berdasarkan permintaan dan petunjuk,” jelas ketua tim yang enggan menyebut nama.

Sedangkan peralatan yang digunakan menguji fisik bangunan itu diantaranya Ultraviolet Philosopy (UPV) untuk mengetahui mutu dan kuantitas bangunan, performance untuk mengecek jumlah dan ukuran besi yang digunakan, pondasi bangunan, serta core drill untuk mengukur kekuatan bangunan.

“Alat-alat yang kami gunakan super canggih, meski tanpa membuka cor-coran bisa mengetahui jumlah rangka besi dan ukuran yang digunakan dalam membuat pondasi dan cor-coran. Khusus manajemen, semua akan kami dicocokan proses penggunaan anggarannya sesuai data yang ada di kami sepenuhnya,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, terkait akan turunnya tim penguji dan laporan yang akan di lakukan oleh LPB, Badan Inspektorat sebagai tim Monev terkesan saling melempar tanggung jawab. Aji, salah satu Staf Inspektorat yang melakukan monev Pengerjaan pasar desa Suci menyarankan agar awak media langsung berkoordinasi dengan Kepala Inspektorat Gresik, Hari Sardjono.

“langsung ke pak Inspektur saja mas, biar tidak salah keterangannya,” jelas Aji.

Namun saat dihubungi via Whatsap, Hari Sardjono menjelaskan kepada awak media agar koordinasi dengan pak Ganjur, padahal untuk kecamatan Manyar masuk dalam wilayah pengawasan tim Karno.

“silahkan koordinasi dengan pak Ganjur karena saya ada di luar kota,” terang Hari melalui Whatsap-nya. (Harry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *