CB, SURABAYA – Paguyuban Pasundan Surabaya kumpulan dari orang-orang berdarah sunda yang merantau ke Jawa Timur khususnya ke Surabaya, sebetulnya turut berpartisipasi memajukan Kota Surabaya dengan akulturasi gabungan dua budaya, sunda dan Jawa. Eksistensi karya dari Paguyuban Pasundan Surabaya adalah dibidang seni musik yaitu, gending sunda.
Namun, eksistensi karya budaya dibidang seni musik tradisional sunda yang dimainkan oleh Paguyuban Pasundan Surabaya (PPS) dibutuhkan suport dari Pemprov Jawa Timur maupun Pemkot Surabaya.
“Kami hanya butuh perhatian serius dari Pemprov Jatim untuk dapat sama-sama membantu mempromosikan musik sunda di seantero Jawa Timur, yang dimainkan bersama-sama oleh Paguyuban Pasundan Surabaya.”Ujar Fery Suryana, Ketua Paguyuban Pasundan Surabaya kepada wartawan, di sela-sela sesi latihan gending sunda di Sekretariat Paguyuban Pasundan Surabaya, di Jalan Mulyorejo Barat No,7- Surabaya, Sabtu (17/11/2018).
Paguyuban Pasundan Surabaya ini dibentuk pada tahun 2016 dimana sebelumnya sudah terbentuk untuk kepengurusan Jawa Timur yang berada di Kota Malang.
“Ya cuma latihan-latihan gending sunda, dan edukasi ke masyarakat Kota Surabaya tentang kesenian musik sunda, minimal bagi warga di sekitar kantor Sekretariat Paguyuban.”ujar Fery.
Fery mengatakan, harapannya sangat besar dari paguyuban ini yaitu dapat terkenal di seantero Jawa Timur tentang kesenian sunda dengan musik gamelan sundanya. “Bahkan kalo bisa terkenal hingga internasional.”Jelas Fery.
Namun dibalik harapannya tersebut, Fery mengakui, saat ini bukan hanya dukungan moril, tapi juga dukungan matreil dari pemerintah daerah setempat, sehingga kiprah Paguyuban Pasundan Surabaya terus dikenal oleh mayoritas masyarakat Jawa Timur.
Sementara itu sebagai Sesepuh Paguyuban Pasundan Surabaya Mamad , berharap kesenian luhur dan adi luhung ini bisa eksis ditengah maraknya music global lainya, dan juga nantinya warisan luhur ini bisa diteruskan oleh para muda sebagai penerus.
“Perlu adanya dukungan financial dari Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya, meskipun selama ini memang sudah ada bantutan dari Pemprov Jawa Barat melalui mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heriawan atau Aher.”Ujar mamad. (bud)
