CB, Mojokerto – Kenaikan Isa Almasih adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Umat Kristiani di Indonesia memperingati sebagai Hari Kenaikan Isa Almasih.
Dalam Alkitab Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mata mereka.
Kisah Pasa Rasul 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka.
Kisah Para Rasul 1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Hari ini, Kamis 30 Mei 2019 Gereja Allah Baik (GAB) Mojokerto mengadakan kebaktian ibadah Kenaikan Isa Almasih.
Pdt DR Hardjo Hosea dalam khotbahnya menjelaskan proses bagaimana Yesus terangkat ke surga.
Efesus 4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
“Salah satu faktor, mengapa Yesus naik ke surga. Kisah 1:8” kata Pdt Hosea sembari mengajak Jemaat memperhatikan ayat tersebut.
Tuhan menginginkan iman kita. Kalau Yesus tidak naik ke surga, manusia tidak punya harapan, jelas Pdt Hosea.
“Bila tidak mengenal Yesus, kita juga tidak punya harapan.” lanjutnya.
Kenaikan Yesus ke surga, pencurahan Roh Kudus dan buah-buah Roh.
Orang yang penuh Roh Kudus, hidupnya penuh dengan Buah Roh. Penuh dengan sukacita, kebaikan, kesetiaan, penguasaan diri, kemurahan, lemah lembut, dan juga penuh dengan kasih.(Ertin Primawati)
