CB, TULUNGAGUNG – Bintara Center Tulungagung menghadiri rapat terbatas bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Mineral (Ditjen SDM), Rabu (29/7/2026), sebagai tindak lanjut atas upaya mendorong penyelamatan dan normalisasi Sungai Brantas di Kabupaten Tulungagung yang dinilai mengalami kerusakan cukup serius selama bertahun-tahun.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi beserta data yang sebelumnya telah disampaikan Bintara Center kepada pemerintah pusat. Organisasi tersebut menyatakan telah menghimpun berbagai data dan dokumentasi mengenai kondisi Sungai Brantas yang dianggap memerlukan penanganan serius.
Dalam kesempatan itu, Bintara Center menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap persoalan lingkungan di Sungai Brantas. Menurut Bintara Center, arahan Presiden kepada Menteri Sumber Daya Mineral untuk menindaklanjuti permohonan yang diajukan menjadi langkah awal dalam proses penyelamatan sungai.
Direktur Eksekutif Bintara Center, Dr. GKP. Raden Moh Ali Sodik, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi Sungai Brantas. Harapan kami, proses normalisasi dapat segera direalisasikan demi menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai,” ujar Ali Sodik melalui sambungan telepon.
Bintara Center menilai kerusakan Sungai Brantas telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Salah satu faktor yang disebut diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah aktivitas pengambilan material pasir yang dinilai berdampak pada perubahan struktur sungai dan berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan.
Melalui rapat bersama Ditjen SDM, Bintara Center berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari kajian teknis, penanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, hingga pelaksanaan program normalisasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan perlindungan masyarakat.
Bintara Center juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal upaya penyelamatan Sungai Brantas melalui jalur hukum, advokasi kebijakan, serta kolaborasi dengan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi Sungai Brantas sebagai salah satu aset penting bagi masyarakat Tulungagung sekaligus menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang.
(Tim)
