CB, Mojokerto – Selasa (28/5) Polres Mojokerto Kota melaksanakan kegiatan Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan dalam rangka “Ops Ketupat Semeru 2019” dengan mengangkat tema “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman Dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1440 H” bertempat di lapangan Patih Gajahmada Mapolres.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ahmad Rizal Zakaria (Wakil Walikota Mojokerto), AKBP Sigit Dany Setiyono SH, SIK, M.Sc (Eng) (Kapolres Mojokerto Kota), Letkol Kav Hermawan Weharima, S.H. (Dandim 0815 Mojokerto), Mayor Cpm I Nengah Sindu Darmawan (Wadandenpom V/2 Mojokerto), H. Suyono, ST (Wakil Ketua I DPRD Kota Mojokerto), Muslim SH, MH (Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto), Ahmad ardhiansyah, SH (Kepala Sub Seksi Prapenuntutan Kajari Kota Mojokerto ) dan AKBP Suharsih SH.MH (Kepala BNNK Mojokerto).
Selain itu hadir pula Agus M. Anas Edi Santoso, SH, MM (Asisten 1 Pemkab Mojokerto), Kapten Arh J. Ginting (Pasimin Gartab Sub Garnisun Mojokerto), KH. Abdul Lathib Zaki (Ketua PD Muhammadiyah Kota Mojokerto), H Imam Tohari (Ketua LDII Kota Mojokerto), KH. Abdul Atim (Ketua PCNU Kab Mojokerto), para pejabat utama Polres Mojokerto Kota serta para tamu undangan.
Dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai pimpinan apel yaitu AKBP Sigit Dany Setiyono SH, SIK, M.Sc (Eng) (Kapolres Mojokerto Kota), Ahmad Rizal Zakaria (Wakil Walikota Mojokerto) dan Letkol Kav Hermawan Weharima, S.H (Dandim 0815 Mojokerto) dengan komandan apel Iptu Anang Alvero.
Sementara itu untuk pasukan yang dilibatkan masing-masing 1 peleton Korsik dari Korem 082 CPYJ Mojokerto, 1 Pleton Deputi Perwira, 1 peleton Taruna Latja Angkatan 52 Reksa Aksatya Daksa, 1 peleton gabungan Personil Sub Garnisun Mojokerto, Denpom V/2 Mojokerto dan Kodim 0815 /Mojokerto, 1 Kompi Gabungan Sat Sabhara , Staf Polres dan Polsek jajaran, 2 peleton Sat Lantas, 1 peleton Polwan, 1 peleton Sat Reskrim, Sar Intel dan Sat Narkoba, 1 peleton PMI dan Damkar Kota Mojokerto, 1 peleton Sat Pol PP Kota Mojokerto, 1 peleton Dishub Kota Mojokerto, 1 peleton Rapi, 1 peleton Senkom serta 1 peleton Pramuka.
Adapun amanat Kapolri yang dibacakan pimpinan apel diantaranya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019, memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. Operasi Ketupat Tahun 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu tahun 2019. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks.
Sejalan dengan hal tersebut, berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri; berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme; aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas; gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara; permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok; dan bencana alam, tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat Tahun 2019.
Operasi Ketupat Tahun 2019 akan diselenggarakan di seluruh 34 Polda dengan 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.
Dalam kaitan tersebut, Apel Gelar Pasukan ini diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, dan seluruh aspek operasi, termasuk sinergisitas dan soliditas komponen penyelenggara serta untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Sedangkan beberapa perhatian untuk menjadi pedoman bagi seluruh personil pengamanan diantaranya :
a) Persiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi. Hal tersebut bertujuan agar operasi dapat terselenggara dengan sukses, aman, dan lancar.
b) Terus pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi.
c) Terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergisitas seluruh komponen penyelenggara operasi. Hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas.
d) Laksanakan setiap penugasan dengan penuh semangat, kebanggaan, dan tanggung jawab, demi keberhasilan pelaksanaan operasi. (Ertin Primawati)
