CB, Grobogan – Hujan Lebat yang melanda di wilayah kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu menyisakan derita kepiluan kepada warga.Diiringi isak tangis bercampur rasa khawatir terhadap harta benda mereka akibat tergenang air .Bahkan,sawah sebagai mata pencaharian mereka satu-satunya juga ikut dampaknya juga.Padi menjadi busuk sehingga terjadi gagal panen.
Tidak hanya wilayah di kecamatan Gubug maupun Karangrayung saja,akan tetapi di desa Klampok kecamatan Godong kabupaten Grobogan juga terjadi.Banjir tersebut melanda di dusun Bogowati dan Kepoh.Kondisi air sampai lutut orang dewasa ,kondisi jalanan banyak tergenang air,akses jalan pun sempat terputus.
Mulyo Widodo,Sekretaris Desa Klampok saat dikonfirmasi media Cahaya Baru menceritakan bahwa di desa Klampok baru pertama kali banjir besar di tahun ini,sementara tahun yang lalu belum pernah terjadi.Menurutnya,banjir ini akibat adanya luapan air dari Kali Jajar baru dan Luapan air dari kecamatan Karangrayung.
“Banjir tahun ini merupakan yang paling besar .Sebab air yang masuk ke rumah warga merupakan Luapan air dari kali Jajar dan Air kiriman dari kecamatan Karangrayung. Air sampai masuk ke sawah dan jalanan bahkan ke rumah warga” kata dia
Kades Klampok,Agus Suryono.S.Ag saat ditemui media Cahaya Baru mengungkapkan untuk membantu korban bencana banjir kepada warganya bantuan terus berdatangan seperti yang dilakukan Polres Grobogan melalui Kapolsek Godong,Deddy Setyanto,S.H yang diserahkan pada tanggal 12 Januari 2020 di kantor desa Klampok di saksiksikan oleh warga dan perangkat desa klampok.Sedangkan yang mendapatkan santunan pada korban bencana banjir sebanyak 4 RT.
“Desa Klampok yang paling parah genangan banjir terjadi di wilayah dusun Bogowati dan Kepoh ,sebanyak 4 RT.bantuan untuk korban banyak yang berdatangan,khususnya dari Polres Grobogan .Pak Kapolsek menyerahkan secara langsung dan di saksikan oleh warga dan teman-teman perangkat desa.Kita juga menggerakan warga untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih.” kata dia (Sofi.N.Liza)
